Category Archives: PERBEDAAN ANTARA ILHAM AND WAS-WAS SYAITAN!

PERBEDAAN ANTARA ILHAM AND WAS-WAS SYAITAN!

PERBEDAAN ANTARA ILHAM AND WAS-WAS SYAITAN! 

WAS-WAS SYAITAN (BISIKAN SYAITAN)!

WAS-WAS SYAITAN (BISIKAN SYAITAN)!

WAS-WAS SYAITAN!

WAS-WAS SYAITAN!

By: Websitedada! 

Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam -Hafizhahullah- berkata didalam ‘Al-Inqadz’ hal. 19:

Membedakan antara ilham yang terpuji dan was-was syaitan adalah perkara yang penting yang selayaknya untuk dipahami. Allah berfirman tentang jiwa manusia:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا * فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“Dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaann)nya. Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan dan ketaqwaannya!”. (Qs Asy-Syams: 7-8).

Ibnu ‘Athiyah berkata didalam ‘Tafsir’nya (15/371): “Dan makna firman Allah ‘Maka Allah mengilhamkan pada jiwa itu (jalan) kejelekan’ yaitu mengabarinya jalan kejelekan itu dan menjadikan baginya kekuatan yang dengannya bisa menempuh jalan kejelekan atau menempuh jalan ketaqwaan.”

Saya berkata: “Ilham jiwa kepada taqwa itulah ilham yang terpuji dan ilham jiwa kepada kejelekan itulah ilham yang tercela”. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Majmu’ Al-Fatawa (17/529): “Maka jadilah perbedaan antara ilham yang terpuji dengan was-was yang tercela adalah berpatokan kepada Al-Qur’an dan Assunnah. Jika yang diilhamkan kepada jiwa merupakan perkara yang ditunjukkan oleh Al-Qur’an dan Assunnah bahwa hal itu adalah ketaqwaan kepada Allah, maka hal itu adalah ilham yang terpuji. Dan jika perkara itu adalah yang ditunjukkan (oleh Al-Qur’an dan Assunnah) bahwa hal itu adalah kejelekan, maka hal itu merupakan was-was yang tercela. Ini adalah perbedaan yang paten yang tidak bisa ditolak.”

Tambahan penjelasan:
Dari keterangan di atas kita mengetahui bagaimana cara menentukan apakah ini was-was atukah ilham yang baik. Yaitu dengan mengukurnya dengan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Assunnah. Jika yang terbisikkan itu merupakan perkara yang dinyatakan Al-Kitab dan Assunnah sebagai kebaikan maka itulah bisikan kebaikan, jika yang dibisikkan itu merupakan perkara yang dinyatakan sebagai kejelekan maka itulah bisikan kejelekan yang berarti was-was (Was-was syaitan). Jadi ukurannya adalah disandarakan kembali pada Al-Qur’an dan Assunnah.

Kemudian Asy-Syaikh -Hafizhahullah- berkata pada hal. 22:

“Wahai Saudaraku, syaitan berusaha untuk meragukan kaum mukminin dari keimanannya melalui jalan was-was (Bisikan syaitan) yang berbeda-beda. Maka syaitan terkadang membuat kejelekan tampak bagus bagi mereka dan membuat kebaikan tampak jelek, terkadang membuat kaum mukminin lupa terhadap kebaikan dan mengingatkan pada kejelekan, terkadang menakut-nakuti mereka sehingga tidak mau lagi berada pada kebaikan, dan terkadang membisikkan pada mereka keraguan, dan persangkaan yang menjadikan mereka berada pada perkara yang samar dan tidak jelas.

Dan was-was syaitan kepada kaum mukminin itu tidak terbatas pada perusakan kaum mukminin dalam hal kejelekan dan menjauhkan mereka dari jenis kebaikan saja. Bahkan was-wasnya itu umum mencakup seruan kepada kekufuran, kefasikan dan pembangkangan.

Ini adalah isyarat akan gigihnya usaha syaitan untuk menyesatkan kaum mukminin. Maka sadarlah!!!”.

Diterjemahkan oleh

‘Umar Al-Indunisy

Darul Hadits – Ma’bar, Yaman.

.