HUKUM MEMPERJUALBELIKAN KUCING!

HUKUM MEMPERJUALBELIKAN KUCING! 

KUCING!

KUCING! 

Hai pembaca yang Budiman, marilah kita tinjau lebih jauh tentang hukum jual-beli kucing yang disebut sebagai binatang kesayangan Rasulullah.

Saya telah menelusuri berbagai blog dan diantaranya menyatakan sebagai berikut:

Hukum Jual Beli Kucing Adalah Haram!
(Sumber: http://rahma02.wordpress.com/2007/10/09/hukum-jual-beli-kucing/).

Hukum menjualbelikan kucing adalah haram berdasarkan dalil hadits Nabi SAW dan kaidah fiqih (al-qawa’id al-kulliyah).

Dalil hadits Nabi SAW, diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdillah RA bahwasanya Nabi SAW telah melarang memakan kucing dan melarang pula memakan harga kucing (nahaa [an-nabiyyu] ‘an akli al-hirrah wa ‘an akli tsamaniha) (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim, hadits shahih. Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami’ Al-Shaghir, Juz II hal. 191).

Hadits Nabi SAW itu menjadi dalil haramnya memakan kucing dan memperjualbelikan kucing. Jadi kita diharamkan memperdagangkan kucing sebagaimana kita diharamkan memakan daging kucing (Tentang haramnya memakan kucing lihat Asy-Syarbaini Al-Khathib, Al-Iqna`, Juz II hal. 273; Syaikh Zakariyya Al-Anshari, Fathul Wahhab, Juz II hal. 192).

Adapun dasar dari kaidah fiqih, adalah kaidah fiqih yang berbunyi :
Kullu maa hurrimaa ‘ala al-‘ibaad fabai’uhu haraam
(Segala sesuatu yang diharamkan atas hamba, maka memperjualbelikannya adalah haram juga) (Lihat Taqiyuddin An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, Juz II hal. 248).

Kaidah ini menjelaskan bahwa apa saja yang telah diharamkan syara’, maka diharamkan pula memperjualbelikannya. Baik sesuatu itu diharamkan memakannya (seperti babi, darah, bangkai, singa, elang, anjing), diharamkan meminumnya (seperti khamr), diharamkan membuatnya (seperti patung atau gambar makhluk bernyawa), atau diharamkan pada segi-segi yang lainnya.

Ketika sudah jelas bahwa syara’ mengharamkan kita untuk memakan daging kucing, maka haram pula menjualbelikan kucing berdasarkan kaidah fiqih tersebut.

Dengan demikian, jelaslah bahwa menjualbelikan kucing adalah haram berdasarkan dalil hadits Nabi SAW dan kaidah fiqih tersebut. Wallahu a’lam

Komentarku:
Saya pribadi merasa masih ragu dengan penjelasan diatas, dikarenakan menurut saya Nabi Saw mengharamkan memakan kucing karena ada aturan dasar dilarang memakan binatang bertaring, maka dari itu Nabi melarang memakan kucing, dan nabi Saw melarang jualbeli diatas mungkin karena saat itu jual-beli disana untuk dikonsumsi, maka diharakan. Di blog tersebut mengkaitkan hal tersebut yang menurut saya jauh berbeda dengan kaitan bisnis tersebut, apabila hanya dikaitkan dengan haram karena haram dimakan, maka bisa dikatakan haram jual beli monyet, ular, anjing, hiu, dan sebagian besar binatang yang bukan binatang ternak.

Memperjualbelikan kucing itu hukumnya boleh!
(Sumber: http://alilmu-online.blogspot.com/2009/12/syariah-islam-hukum-jual-beli-kucing.html).

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa dibolehkan menjual seekor kucing, diantara mereka adalah para ‘ulama madzhab yang empat. Sementara sebagian ahlul ilmu mengharamkannya, diantaranya az-Zhahiriyah, juga dinukil dari Abu Hurairoh, Mujahid dan Jabir bin Zaid oleh Ibnul Mundzir, serta dinukil dari Thawus oleh al Mundziriy. Pendapat inilah yang paling tepat yang ditunjukkan oleh nash, diriwayatkan oleh Muslim dari Abu az-Zubeir berkata, ”Aku bertanya kepada Jabir tentang uang dari (hasil penjualan) anjing dan kucing? Dia berkata,”Hal itu telah dilarang oleh Nabi saw.”

Abu Dawud meriwayatkan bahwa Nabi saw melarang uang dari (hasil penjualan) anjing dan kucing. Baihaqi juga meriwayatkan bahwa Rasulullah saw melarang memakan (daging) kucing dan melarang uang (penjualan) nya.”

Sebagian ahlul ilmu telah melemahkan hadits-hadits tersebut akan tetapi pendapat mereka ini tertolak.

Imam an-Nawawi didalam “al-Majmu’” mengatakan, ”Adapun apa yang disebutkan oleh al-Khottobi dan Ibnul Mundzir bahwa hadits itu lemah maka tidaklah benar karena hadits tersebut terdapat didalam shahih Muslim dengan sanad yang shahih…

Al-Baihaqi didalam “as-Sunan” memberikan jawaban terhadap jumhur,”Bahwa sebagian ahlul ilmu menjadikan hadits tersebut untuk kucing apabila kucing itu liar yang tidak bisa dijinakkan, diantara mereka menganggap bahwa hal itu terjadi pada permulaan islam ketika kucing itu dianggap najis kemudian ketika liur kucing itu diangga suci maka harganya boleh diambil, dan tidak satu pun dari kedua pendapat itu yang memiliki dalil yang jelas.”

Ibnul Qoyyim meyakini akan keharaman penjualannya didalam “Zaad al-Ma’ad” dan mengatakan, ”Demikianlah fatwa Abu Hurairoh yang juga pendapat Thawus, Mujahid bin Zaid, seluruh ahlul Zhahir dan salah satu riwayat dari Ahmad, serta pendapat yang dipilih oleh Abu Bakar, dan inilah pendapat yang benar berdasarkan hadits yang shahih dan tidak adanya pertentangan didalamnya mewajibkan untuk berpendapat seperti ini.
Ibnul Mundziriy berkata, ”Sesugguhnya terdapat riwayat dari Nabi saw tentang larangan dari menjualnya dan penjualannnya adalah kebatilan dan jika (tidak ada larangan) maka boleh.” Dan dia telah mengetahui bahwa hadits tersebut adalah betul maka seharusnya madzhab Ibnul Mundzir mengharamkan penjualannya. (Markaz al-Fatwa no. 18327).

Wallahu A’lam.

Komentarku:
Di sini tambah tidak jelas apakah Haram atau Halal dalam hal jualbeli kucing, dikarenakan sebagian ada yang mengharamkan dan sebagian ada yang menghalalkan. Saya pribadi sebenarnya kurang menyetujui jika jualbeli kucing merupakan hal yang haram, dikarenakan saya pribadi masih belum memahami letak dari keharamannya dikarenakan Nabi Saw memperbolehkan memelihara kucing, tetapi semua itu kembali kepada Allah SWT.

Wallahu A’lam! 

About these ads

Bismillahirahmani rahiim!, Alhhamdulillahi rabbil 'alamin, Ar rahmani rahiim, Maliki yawmidiin, Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in, Ihdinas sirathal mustaqim, Shirathaladziina an'amta 'alayhim ghayril maghdubi 'alayhim waladholin!, Amin!, Dengan nama Allah, silahkan tinggalkan komentar Anda disini dengan mengharap barokah Allah Ta'ala!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s