SEBAB-SEBAB JIN DAN SYAITAN MENGGANGGU MANUSIA!

SEBAB-SEBAB JIN DAN SYAITAN MENGGANGGU MANUSIA! 

IBLIS!

IBLIS!

KESURUPAN!

KESURUPAN!

Syaikh Muhammad Al-Imam Hafidzullah berkata didalam kitab Al-Inqadz:

Sebab-sebab yang dengannya syaithan dari bangsa jin mempengaruhi kaum Muslimin.

Sebab-sebab jin dan syaithan mengganggu kaum muslimin sangatlah banyak, dan cukup bagi kita menyebutkan sebagiannya saja, diantaranya!:

.

JIN AND SYAITAN!

JIN AND SYAITAN!

By: Websitedada! 

1] Jin bisa melihat kita dan secara umum kita tidak bisa melihat mereka (Para jin). 

Allah Ta’ala berfirman tentang Iblis dan anak cucunya:
“Sesunggunhnya dia dan para pengikutnya melihat kalian di mana kalian tidak melihat mereka”. (Qs Al-A’raf: 27).

Yang dipandang oleh para ahli tafsir adalah bahwa kata ganti pada kalimat “Sesungguhnya dia” itu kembali kepada Iblis, dan pada kalimah “para pengikutnya” maksudnya adalah keturunan dan anak-anaknya. Syaikhul Islam Rahimahumullah pernah ditanya tentang firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya dia dan para pengikutnya melihat kalian di mana kalian tidak melihat mereka.” (Qs Al-A’raf: 27).

Apakah hal itu umum, tidak ada seorangpun yang melihat para jin, ataukah ada sebagian yang melihat para jin (mereka) dan sebagian tidak?

Maka Syaikhul Islam Rahimahumullah menjawab dengan berkata:
“Yang ada di dalam Al-Qur’an adalah bahwa mereka (para jin) melihat manusia dimana manusia tidak melihat mereka, dan ini benar, mengharuskan bahwasanya mereka melihat manusia pada saat manusia tidak melihat mereka. Dan bukan maksudnya bahwa tiada seorangpun dari manusia yang melihat mereka, bahkan terkadang orang-orang sholeh dan yang tidak sholeh bisa melihat mereka, hanya saja mereka (sebagian manusia) tidak melihat mereka (para jin) di setiap saat!”. (Majmu’ Al-Fatawa (15/7)).

Maka dengan sebab bisanya mereka (para jin) melihat kita (manusia) dan kita tidak melihat mereka, mereka lancang untuk mengganggu kita dan mudah bagi mereka. Dan orang yang terjaga dari gaangguan mereka adalaah orang yang dijaga oleh Allah ‘Azza Wa Jalla.

2] Banyak syubhat (kerancuan) dan syahwat (hawa nafsu).

Jika makin banyak syubhat dan syahwat pada diri kaum muslimin, maka makin banyak pula mereka mengkuti waswas syaithan, dan menerima tipu daya syaithan pada mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah berkata:
“Sesungguhnya banyaknya waswas itu sesuai dengan banyaknya syubhat dan syahwat, dan penggantungan kalbu kepada yang dicintai yang kalbu bermaksud untuk mengejarnya, serta kepada yang dibenci yang kalbu bermaksud untuk menolaknya”. 

Maka wajib bagi setiap muslimin dan muslimah untuk berbekal dengan pemahaman terhadap agama ini, sehingga akalnya mendapatkan cahaya, jiwanya tersucikan, dadanya telapangkan kepada kebenaran, dan kalbunya tertenangkan. Kalau tidak, maka apakah engkau menyangka akan selamat dari banyaknya syubhat dan syahwat yang merupakan tempat gembalaan yang subur bagi syaithan.

3] Lalainya kalbu dari berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan barangsiapa berpaling dari ajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan syaithan (yang menyesatkan), maka syaithan itu menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaithan-syaithan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (Qs Az-Zukhruf: 36-37).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah berkata:
“Dan syaithan itu memberikan bisikan dan menghindar. Jika seorang hamba Allah mengingat Tuhan nya, maka syaithan itu mundur; dan jika dia lalai dari mengingat-Nya, maka syaithan menggodanya. Oleh karenanya meninggalkan mengingat Allah Ta’ala menjadi sebab dan permulaan akan munculnya keyakinan yang bathil dan keinginan yang rusak di dalam kalbu. Dan termasuk mengingat Allah adalah membaca Al-Qur’an dan memahaminya”. (Majmu’ Fatawa (4 / 34)).

Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah pun berkata:
“Sesungguhnya yang mencegah syaithan untuk masuk ke dalam kalbu anak Adam ‘Alayhi Salam adalah karena padanya ada dzikir kepada Allah Ta’ala yang Allah Ta’ala mengutus para rasul-Nya dengan dzikir tersebut. Jika kalbu itu kosong dari dzikir kepada Allah, maka syaithan akan menguasainya.” (Majmu’ Al-Fatawa (10 / 399)).

4] Gangguan manusia terhadap jin dan menyakiti mereka, entah secara sengaja atau tanpa sengaja.

Termasuk yang menyebabkan kelancangan jin mengganggu kaum muslimin adalah adanya gangguan kaum muslimin terhadap mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah berkata dimana beliau berbicara tentang sebab masuknya jin ke dalam diri manusia:
“Dan terkadang manusia itu menyakiti mereka (para jin) jika dia kencing dan mengenai mereka, atau menyiramkan air panas pada mereka atau manusia membunuh sebagian jin atau selain itu semua yang merupakan bentuk-bentuk gangguan. Ini merupakan jenis kerasukan yang paling keras dan betapa banyak orang yang kerasukan ini mereka bunuh.” (Di dalam At-Tafsir Al-Kabir (4/265)).

Dan betapa banyak kaum jin itu yang memulai menzhalimi kaum muslimin dalam hal ini. Karena mereka menyamar dalam bentuk yang bisa dilihat oleh manusia seperti menjadi ular; ular besar; anjing; kucing; ayam; dan sebagainya sehingga seorang muslim takut darinya, dan menyangkanya ia adalah makhluk yang dia kenal kemudian dia bersegera untuk memukulnya atau membunuhnya sesuai dengan apa yang dia lihat, bukan karena dia ingin menyakiti jin. Dan syari’at islam telah mengijinkan untuk membunuh makhluk yang mengganggu dari sekian makhluk yang disebutkan dan makhluk yang memiliki hukum yang sama dengannya tanpa harus memberi peringatan terlebih dahulu, kecuali ular yang berada di dalam rumah, maka harus dingatkan dahulu tiga kali atau tiga hari.

Dan juga sebagian jin itu tinggal di tempat sampah dan belakang rumah dan manusia tidak melihatnya, lalu mereka melemparkan segala sesuatu yang lalu mengenai jin sehingga jin melakukan balas dendam.

Intinya adalah!: Tidak boleh bagi seorang muslim untuk sengaja mengganggu dan menyakiti jin. Dan hendaknya dia meminta tolong kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala untuk mengatasi mereka jika mereka mengganggunya.

5] Terjadi karena jin laki-laki atau jin perempuan jatuh cinta terhadap manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah berkata:
“Jin itu terkadang jatuh cinta kepada manusia sebagaimana manusia jatuh cinta kepada manusia, dan sebagaimana seorang pria mencintai wanita, dan wanita mencintai pria. Maka dia merasa cemburu padanya dan dia mendukung cemburunya itu dengan segala sesuatu. Dan jika yang dia cintai bersama yang lain maka terkadang dia menghukumnya dengan membunuhnya dan selainnya. Dan semua ini nyata terjadi.” (An-Nubuwat: 399).

Dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah pun berkata:
“Demikian juga jin perempuan. Di antara mereka ada yang menginginkan dari manusia yang ia bantu sesuatu yang diinginkan manusia perempuan dari para lelaki. Dan ini banyak terjadi pada jin laki-laki dan jin perempuan. Banyak jin laki-laki mendapatkan dari manusia perempuan perkara yang didapatkan manusia, dan terkadang perkara itu dilakukan pada kaum lelakinya.” (At-Tafsir Al-Kabir (4/265)).

Maka wajib bagi setiap muslimin dan muslimah untuk selalu berusaha menekuni dzikir syar’i, terkhusus yang terkait dengan dzikir masuk kamar mandi dan dzikir ketika berhubungan badan. Karena bertelanjang tanpa diawali dengan dzikir kepada Allah Ta’ala merupakan sebab jin jatuh cinta kepada manusia.

6] Terjadi sebagai bentuk mempermainkan manusia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahumullah berkata dimana beliau berbicara tentang kelakuan jin mempermainkan manusia:
“Dan terkadang pengaruh gangguan jin itu terjadi sebagai bentuk memperamainkan manusia sebagaimana orang-orang bodoh mempermainkan (orang asing) yang sedang menempuh perjalanan.” (Di dalam At-Tafsir Al-Kabir (4/265)).

Semoga Allah Ta’ala mencukupi para hamba-Nya dari kejelekan orang-orang bodoh tersebut dengan mengembalikan mereka pada jalan-Nya, berdoanya mereka kepada-Nya dan ibadah mereka kepada-Nya.

7] Sebagian jin mengganggu manusia untuk memberi pelajaran pada mereka akibat mereka melakukan kemaksiatan dan kebid’ahan.

Terjadi bahwa sebagian jin yang menyamar menjadi manusia yang muslim (menyamar menjadi orang Muslim) mengabarkan bahwa sebabnya dia merasuki seorang muslim adalah karena orang muslim ini pelaku maksiat dan bid’ah. Dan makna dari hal ini adalah bahwa kaum jin itu terdorong rasa cemburu mereka terhadap islam maka mereka melakukan gangguan terhadap orang-orang Islam yang selalu melakukan kemaksiatan dan bid’ah-bid’ah dari kaum muslimin.

Dan sebenarnya hal ini tidaklah dibenarkan dari dua sisi!:

- Masuknya jin ke tubuh seorang muslim itu haram.
– Para jin itu memperlakukan para pelaku maksiat dan kebid’ahan, bukan dengan perlakuan.

Maka tidak boleh bagi mereka memukul pelaku maksiat dan kebid’ahan tidak pula mengganggu mereka dengan jenis apapun, bahkan tidaklah jin berhak untuk menasehati kaum muslimin, karena nasehat mereka kepada kaum muslimin bisa membuat mereka ketakutan.

Secara garis besar: Kebanyakannya terjadinya perlakuan ini terhadap kaum muslimin adalah berasal dari kaum jin yang bodoh meskipun mereka itu muslim (Jinnya beragama Islam, namun jin tersebut bodoh).

8] Terjadi sebagai bentuk ujian dan cobaan.

Allah memiliki hikmah didalam perkara yang Dia takdirkan dan tentukan atas seorang hamba yang sholeh berupa pengaruh jin padanya, sebagaimana pengaruh syaithan kepada nabi Allah, Nabi Ayyub ‘Alayhi Salam.

.

 

About these ads

Bismillahirahmani rahiim!, Alhhamdulillahi rabbil 'alamin, Ar rahmani rahiim, Maliki yawmidiin, Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in, Ihdinas sirathal mustaqim, Shirathaladziina an'amta 'alayhim ghayril maghdubi 'alayhim waladholin!, Amin!, Dengan nama Allah, silahkan tinggalkan komentar Anda disini dengan mengharap barokah Allah Ta'ala!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s