HUKUM ISLAM MENGENAI MEMAKAN IKAN LAUT!

MAZHAB SUNNI! 

.

MEMAKAN IKAN MENURUT HUKUM ISLAM!

MEMAKAN IKAN MENURUT HUKUM ISLAM!

IKAN PAUS SANG PEMBUNUH!

IKAN PAUS SANG PEMBUNUH!

Menurut mazhab Sunni, mazhab Jumhur berpendapat bahwasanya memakan ikan hukumnya halal mutlak, meskipun dengan tanpa disembelih secara Islami dan bahkan bangkai ikan sekalipun. Hanya mazhab Hanafi yang mengatakan bahwa ikan yang mati tanpa sebab, tidak boleh dimakan, karena termasuk bangkai.
Adapun hewan yang hidup di air hukumnya, menurut Jumhur, boleh dimakan karena termasuk jenis ikan. Dalil yang membolehkannya adalah Nash Al-Qur’an surah al-Ma’idah, ayaat 96: “Dihalalkan untukmu sekalian hewan buruan laut dan makanan laut!”, juga hadits Rasulullah Saw dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lain-lainnya: “Laut, airnya menyucikan dan halal bangkainya!”, dan hadits dari Jabir yang menceritakan perjalanan pasukan perang Muslimin yang kehabisan makanan, kemudian mereka menemukan bangkai ikan paus lalu mereka beramai-ramai memakannya. Sesampai di Madinah mereka pun menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah Saw dan Beliau bersabda: “Makanlah rizqi yang dikeluarkan oleh Allah untuk kalian!”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). 

Mazhab Hanafi juga berpendapat bahwa hewan yang hidup di air selain ikan tidak boleh dimakan kecuali setelah disembelih. Ini menunjukkan bahwa ikan paus, yang termasuk karnivora, boleh dimakan dan di sana tidak ada dalil yang melarangnya. Kemudian dalil yang menyatakan halalnya ikan bersifat umum, tidak ada yang mengkhususkannya. Bahkan hewan yang hidup di air (laut) hukumnya, menurut Jumhur (sebagian besar ulama’) boleh dimakan karena termasuk jenis ikan. Hanya ulama Hanafi yang tidak menganggapnya didalam jenis ikan, sehingga harus disembelih kalau hendak dikonsumsi.

.

.

MAZHAB SYI’AH! 

.

IKAN YANG BERSISIK!

IKAN YANG BERSISIK!

IKAN LAUT MENURUT HUKUM ISLAM!

IKAN LAUT MENURUT HUKUM ISLAM!

Menurut mazhab Syi’ah, memakan ikan hukumnya adalah makruh, apalagi memperbanyak memakan ikan, karena dalil Hadist yang mengatakan “Daging ikan segar menyebabkan badan lemah!” (Wasail al-Syi’ah, Muhammad Hasan al-’Amili (1104 H.), jilid 17, hal. 54). 

Kemudian ikan yang halal dimakan menurut mazhab Syi’ah adalah ikan yang bersisik, berlandaskan riwayat dari Imam Shadiq tentang jenis-jenis makanan yang halal, yang menyebutkan di antaranya: “Dan dari jenis ikan yang bersisik hukumnya halal dimakan, sedangkan ikan yang tidak bersisik haram hukumnya!”. (Wasail al-Syi’ah, Jilid : 17, hal. : 62). 

Nampaknya alasan terkuat mazhab Syi’ah didalam mengharamkan ikan bersisik adalah hadist dan riwayat di atas. 

About these ads

One response to “HUKUM ISLAM MENGENAI MEMAKAN IKAN LAUT!

Bismillahirahmani rahiim!, Alhhamdulillahi rabbil 'alamin, Ar rahmani rahiim, Maliki yawmidiin, Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in, Ihdinas sirathal mustaqim, Shirathaladziina an'amta 'alayhim ghayril maghdubi 'alayhim waladholin!, Amin!, Dengan nama Allah, silahkan tinggalkan komentar Anda disini dengan mengharap barokah Allah Ta'ala!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s