ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH! 

.

ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

PANAS TERIK!

PANAS TERIK!

DOA! 

Doa Yang Dipanjatkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam ACHA SEPTRIASA AND NIRINA ZUBIR IN THE VILLA MALABAR PANGALENGAN! Pada Saat Perang Badar

اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةِ لاَ تُعْبَد بَعْدَ الْيَوْمِ فِيْ اْلأَرْضِ

“Ya Allah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku, Ya Allah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau hancurkan umat ini, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini, untuk selamanya.”

 

Sumber dari!: 

BRAIN-NEWS diterbitkan oleh KOMPAD (Komunitas Simpatisan Jihad). Penasehat: Hud. Pimpinan Redaksi: Ya’qub. Dewan Redaksi: Muhammad, Ibrahim, Musa, Nuh, Isa. Alamat: http://brain-news.blogspot.com. E-mail: satrio8@gmail.com. 

ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

SESUNGGUHNYA PEMBAHASAN INI SEMUA ADALAH HASIL KOPIAN DARI SITUS AND ALAMAT EMAIL INI!

SESUNGGUHNYA PEMBAHASAN INI SEMUA ADALAH HASIL KOPIAN DARI SITUS AND ALAMAT EMAIL INI!

BAHASAN UTAMA!

BAHASAN UTAMA!

ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH! 

                                        

Jihad Islam mempunyai adab-adab yang mengikat gerak dan menjadi ciri watak pasukan Islam, dan adab-adab itulah yang membedakannya dengan perang-perang lain yang diterjuni oleh pasukan-pasukan non-Islam. Kami sebutkan 10 diantaranya yang utama:

1.             Mendakwahi orang-orang kafir supaya memeluk Dien Islam sebelum mulai memerangi mereka, disertai dengan penjelasan tentang hakikat Dienul Islam, agar mereka mengetahui apa tujuan kaum Muslimin memerangi mereka.

DADA CHANDRA RAMADHAN ISLAM!

Ini adalah tuntutan yang pertama, dan jika mereka menolak masuk Islam, mereka tidak akan dipaksa meninggalkan Dien mereka dan dipaksa masuk Islam, tetapi diminta untuk memenuhi tuntutan yang lain, yakni membayar jizyah kepada kaum Muslimin, agar supaya mereka di bawah perlindungan kaum Muslimin, di bawah kekuasaan mereka serta di dalam penjagaan mereka seperti orang-orang Muslim yang lain.

Itu adalah tuntutan yang kedua, dan jika mereka tetap menolak, maka mereka akan diperangi dan diserang di negeri mereka sampai tunduk kepada hukum Islam dan kaum Muslimin.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“….Tidak ada paksaan untuk (memasuki) Dien (Islam); sesungguhnya telah jelas yang benar dari jalan yang sesat….” (Al-Baqarah(2): 256)

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk….” (At-Taubah(9): 29).

2.             Memenuhi janji dan kesepakatan yang telah dijalin antara kaum Muslimin dan kaum kufar, serta tidak melanggar dan tidak berlaku khianat.

3.             Melindungi darah manusia kecuali dengan alasan yang benar, melindungi nyawa orang-orang lemah dari pihak musuh, serta tidak menyiksa mereka,. Golongan orang-orang lemah yang dimaksud seperti kaum wanita, anak-anak, kaum lelaki yang telah tua renta, orang-orang yang cacat fisik, rahib-rahib dan biarawan-biarawan yang mengurung diri dalam tempat peribadatan mereka, serta golongan orang-orang lemah lain yang seperti mereka.

Islam melarang membunuh mereka dalam peperangan, selama mereka tidak turut andil di dalamnya dengan senjata, atau bantuan fisik, atau pendapat, atau pengarahan, atau pengobaran semangat atau taktik.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan janganlah kalian  membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu diperintahkan oleh Rabb kalian kepada kalian supaya kalian memahami(nya)” (Al-An’am(6): 151).

Ibnu ‘Umar ra meriwayatkan bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melarang (kaum Muslimin) membunuh wanita dan anak-anak.

Diriwayatkan pula dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, bahwasanya beliau pernah bersabda:

“Berangkatlah kalian dengan menyebutnama allah, jangan membunuh lelaki yang telah tua renta, atau anak kecil atau wanita.”

Dan dari Ibnu Abbas ra, dia berkata:

“Nabi pernah melewati mayat seorang perempuan yang mati terbunuh pada perang Khandaq. Lalu beliau bertanya, “Siapa yang telah membunuh perempuan ini?” “Saya, ya Rasulullah” sahut seseorang. “Kenapa?” Tanya beliau. Orang tersebut menjawab, ”Dia berusaha merebut gagang pedang saya.” Mendengar jawabannya, beliau diam.

Dan diriwayatkan pula bahwa Nabi saw pernah berdiri di depan mayat perempuan yang terbunuh, lalu beliau berkata,”Kenapa gerangan dia dibunuh, sedangkan dia tidak ikut berperang?.”

4.             Larangan mencincang korban yang telah tewas

Ibnu Ishaq menuturkan, Rasulullah keluar berperang pada perang Uhud, menurut riwayat yang sampai kepadaku, beliau mencari-cari Hamzah bin Abdul Muthalib, dan akhirnya beliau menemukan jasadnya di tengah lembah, perutnya telah dibelah, dan diambil hatinya serta disayat-sayat hingga berurai isinya, hidung dan telinganya dipotong.

Muhammad bin Ja’far bin Az-Zubair menceritakan kepadaku, bahwa ketika Rasulullah melihat perbuatan yang sangat sadis itu, maka berkatalah beliau, “Kalaulah tidak mengingatakan kesedihan Shafiyah dan khawatir akan menjadi sunnah (tradisi yang jadi ikutan) sepeninggalku, tentu aku akan membiarkannya sehingga berpindah ke perut binatang buas dan burung pemakan bangkai. Dan sekiranya Allah memenangkanku atas kaum Quraisy di satu peperangan, pasti aku akan mencincang 30 orang diantara mereka.” Melihat kesedihan yang melanda Rasulullah atas orang-orang yang melakukan perbuatan biadab terhadap jasad pamannya itu, maka berkatalah orang-orang Muslim, ”Demi Allah, sekiranya Allah memenangkan kami atas mereka pada suatu hari kelak, pasti kami akan mencincang-cincang mereka sedemikian rupa sadisnya, yang mana tak seorang Arab pun pernah melakukannya.”

Berkata Ibnu Hisyam, “Ketika Rasulullah berdiri di depan Hamzah, maka berkatalah beliau, “Tak pernah sekalipun aku tertimpa musibah seperti ini, dan belum pernah aku merasakan kemarahan yang sedemikian hebatnya melebihi kemarahanku saat ini.” Kemudian beliau berkata, ”Lalu Jibril datang kepadaku dan memberitahukan bahwa Hamzah bin Abdul Muthalib telah tertulis di kalangan penghuni langit sebagai singa Allah dan singa Rasul-Nya.”

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, hamzah dan Abu Salamah bin Abdul Asad merupakan saudara sesusu. Mereka disusui oleh Maulah (budak perempuan) Abu Lahab –dia adalah Tsuwaibah—

Ibnu Ishaq berkata, ”Telah menceritakan kepadaku Hamid At-Thawil dari Al Hasan, dari Samurah bin Jundab, dia berkata, “Tiadalah sama sekali Rasulullah berdiri di satu tempat kemudian meninggalkannya sehingga dia memerintahkan kepada kami bersedekah dan melarang kami mencincang –mayat musuh“).

Kemudian dalam ulasan yang bertalian dengan persoalan tersebut dikemukakan: (Jika ada yang mengatakan, “Rasulullah pernah memotong-motong anggota badan orang-orang ‘Urani –yakni golongan Muharib–, beliau memotong tangan-tangan  mereka dan mencongkel mata mereka serta mimbiarkan mereka mati kehausan”, maka kami jawab:

Pertama: Beliau melakukan hal tersebut adalah sebagai hukum  qishash bagi mereka, oleh karena mereka telah memotong tangan dan kaki para penggembala serta mencongkel mata mereka. Kisah ini diriwayatkan dalam hadits Anas.

Kedua: Peristiwa itu adalah sebelum datang pengharaman mencincang.

Jika yang mengatakan, “Sesungguhnya beliau membiarkan mereka, minta minum tetapi tidak diberi minum, sampai mereka mati kehausan”, maka kami menjawab:

“Beliau membuat mereka kehausan sebab mereka telah membuat haus keluarga Nabi pada malam tersebut. Diriwayatkan dalam hadits marfu’, bahwa tatkala sampai kepadanya kabar dibunuhnya para penggembala…. Maka beliau dan keluarganya tidak bias minum susu pada malm itu. Lalu beliau berdo’a:

“Ya Allah, hauskanlah orang-orang yang telah membuat kehausan ahlul bait Nabi-Mu”.

Riwayat ini terdapat pada Syarah Ibnu Baththal, dan dikeluarkan pula oleh An-Nawwi.

Tatkala turun ayat, “Wa in aqabtum fa’aaqibuu bimitsli maa ‘uuqibtumbihi… Sampai akhir”, maka berkatalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, “Kami bersabar, dan tidak akan membalas)”.5)

Dan dari Buraidah, dia berkata: “Adalah Rasulullah apabila mengangkat seorang komandan bagi suatu pasukan atau sariyyah, maka beliau mewasiatinya secara khusus agar bertaqwa kepada Allah, dan agar berlaku baik kepada kaumMuslimin yang ikut bersamanya. Kemudian beliau berpesan kepadanya:

   “Berperanglah kalian dengan menyebut nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Berperangl;ah tapi jangan bertindak melampaui batas, jangan khianat, jangan mencincang dan jangan membunuh anak-anak”.

Dari Abdullah bin Yazid Al-Anshar dia berkata: “Rasulullah melarang menjarah dan mencincang”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia yang paling santun dalam membunuh (musuh) adalah kaum beriman”.

INILAH ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH TA'ALA!

INILAH ADAB-ADAB BERJIHAD DI JALAN ALLAH TA’ALA!

5.                Larangan Merusak

Seperti membakar, merobohkan (bangunan), menebang pepohonan, membantai binatang ternak bukan untuk dimakan, kecuali jika komandan pasukan melihat dalam perkara tersebut terdapat maslahat yang besar, seperti melemahkan hati musush, menjatuhkan moral ereka, membuat mereka putus asa dan hina…. Maka sesungguhnya yang demikian itu dibolehkan.

Allah SWT berfirman:

“Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang-orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik”. (Al-Hasyr (59): 5)

6.             Larangan Ghulul

Ghulul adalah mengambil sesuatu dari harta rampasan perang atau menilap sesuatu daripadanya tanpa izin Imam, sebelum dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya. Perbuatan ini termasuk dosa besar.

Telah meriwayatkan bahwa kaum muslimin kehilangan selimut beludru merah pada perang Badar, maka diantara shahabat ada yang berkata, “barangkali Rasulullah telah mengambilnya”. Kemudian Allah SWT menurunkan ayat:

“Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan dating membawa apa yang dikhianatkannya itu; kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya”. (Ali Imran (3): 161)

Ibnu Abbas ra berkata,

“Tidak selayaknya bagi seorang Nabi berlaku khianat dan mengkhususkan sesuatu untuk dirinya”.Dan dari Abu Hurairah ra, bahwasanya ia berkata, (suatu hari Rasulullah berdiri di tengah-tengah kami, lalu beliau menyebut tentang ghulul. Beliau memandangnya besar dan memandang besar urusannya. Lalu beliau berkata, “Kelak aku benar-benar akan menemui salah seorang di antara kalian pada hari kiamat, di atas tengkuknya ada ontanya yang sedang melenguh. Dia berkata memelas, “Wahai Rasulullah, tolonglah aku”. Lalu kujawab, “Aku tidak kuasa sedikitpun untuk menolongmu dari siksa Allah. Dulu telah aku sampaikan kepadamu”.

“Kelak aku benar-benar akan menemui salah seorang di antara kalian pada hari kiamat, di atas tengkuknya ada kambing yang sedang mengembik. Dia berkata memelas, “Wahai Rasulullah, tolonglah aku”. Lalu kujawab, “Aku tidak kuasa sedikitpun untuk menolongmu dari siksa Allah. Dulu telah aku sampaikan kepadamu”.

“Kelak aku benar-benar akan menemui salah seorang di antara kalian pada hari kiamat, di atas tengkuknya ada jiwa (orang)  yang menjerit. Dia berkata memelas, “Wahai Rasulullah, tolonglah aku”. Lalu kujawab, “Aku tidak kuasa sedikitpun untuk menolongmu dari siksa Allah. Dulu telah aku sampaikan kepadamu”.

“Kelak aku benar-benar akan menemui salah seorang di antara kalian pada hari kiamat, di atas tengkuknya ada lembaran kain yang bergerai-gerai. Dia berkata memelas, “Wahai Rasulullah, tolonglah aku”. Lalu kujawab, “Aku tidak kuasa sedikitpun untuk menolongmu dari siksa Allah. Dulu telah aku sampaikan kepadamu”.

“Kelak aku benar-benar akan menemui salah seorang di antara kalian pada hari kiamat, di atas tengkuknya emas dan perak. Dia berkata memelas, “Wahai Rasulullah, tolonglah aku”. Lalu kujawab, “Aku tidak kuasa sedikitpun untuk menolongmu dari siksa Allah. Dulu telah aku sampaikan kepadamu”.

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash, dia berkata, “Ada seorang laki-laki bernama Karkaran, yang menjaga barang-barang bawaan milik Rasulullah. Orang tersebut mati, namun Rasulullah mengatakn bahwa dia masuk naar. Maka orang-orang pun pergi untuk menyelidiki perihalnya. Ternyata mereka menemukan mantel (jubah) yang telah diambil sebelum harta rampasan perang dibagi”.

7.             Memberikan Perlindungan kepada Musta’jir (orang yang minta perlindungan) dan Utusan

Siapa dari pihak musuh yang minta keamanan atas keselamatan nyawanya dari pembunuhan, untuk mendengarkan Kalamullah serta untuk mengetahui syari’at-syari’at-Nya, maka orang tersebut harus diberi keamanan, kemudian dikembalikan ke tempat yang aman atau ke tempat tinggal kaumnya, berdasarkan firman Allah SWT:

“Dan jika seseorang dari orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Kalamullah (firman Allah), kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengetahui”. (QS. At-Taubah (9): 6)

Dalam Sirah Nabawiyah disebutkan, tatkala dua utusan Musailamah Al-Kadzab datang membawa surat Musailamah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bertanya kepada mereka setelah membacanya, “Apa yang kalian berdua katakana?”

Keduanya menjawab: “Kami mengatakan yang ia (Musailamah) katakan”. Lalu Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Ketahuilah, demi Allah, andaikata bukan lantaran aturan “Seorang utusan tidak boleh dibunuh”, pasti aku akan memenggal leher kalian berdua”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang minta perlindungan kepada kalian dengan menyebut nama Allah, maka berikan perlindungan kepadanya, dan barangsiapa yang minta kepada kalian dengan menyebut wajah Allah, maka berilah dia”.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang minta perlindungan kepada kalian dengan menyebut nama Allah, maka berikan perlindungan kepadanya. Barangsiapa minta kepada kalian dengan menyebut nama Allah, maka berilah dia. Barangsiapa yang mengundang kalian, maka penuhilah undangannya. Barangsiapa yang berbuat sesuatu kebaikan kepada kalian, maka berikan kepadanya hadiah sebagai balasan, maka jika kalian tidak mendapatkan sesuatu hadiah untuk membalasnya, maka berdo’alah untuknya sampai kalian merasa bahwa kalian telah memberikan hadiah kepadanya sebagai balasan”.

8.             Berbuat Baik kepada Tawanan

Tawanan perang terdiri dari tiga macam:

a.         Kaum wanita dan anak-anak dan orang-orang yang sekedudukan hukum dengan mereka –sebagaimana telah diutarakan—yang tidak boleh dibunuh. Mereka menjadi budak bagi kaum Muslimin, yang harus diperlakukan secara baik; atau Imam membebaskan mereka, atau mengambil dari mereka tebusan berupa harta atau menukarnya dengan tawanan Muslim atau melepaskan mereka, menurut sisi maslahat yang dilihatnya.

b.        Kaum laki-laki dari golongan Ahli Kitab dan Majusi. Dalam hal ini Imam boleh memilih dari empat alternatif yang ada: membunuhnya, atau membebaskannya cuma-cuma, atau meminta tebusan sebagai syarat pembebasannya, atau menjadikannya sebagai budak.

c.         Para penyembah berhala dari golongan kaum musyrikin yang lain. Dalam hal ini Imam bebas memilih tiga alternatif yang ada: membunuhnya, atau membebaskannya cuma-cuma, atau meminta tebusan.

Keterangan rinci mengenai persoalan ini dapat diruju’ dalam kitab-kitab ahli ilmu pada empat mazhab yang ada.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti”. (QS. Muhammad (47): 4)

Yang jelas, seorang tawanan harus diperlakukan secara baik, dipergauli dengan ramah, santun dan bijak, dengan harapan ia mau masuk Islam.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. (QS. Al-Insan (76): 8-9)

Berkata Ibnu Ishaq, “Telah mengabarkan kepadaku Nabih bin Wahab, seseorang dari Bani Abdiddar, bahwasanya setelah Rasulullah mendatangi para tawanan –pada perang Badar– lalu beliau serahkan mereka secara terpisah kepada para shahabatnya seraya berpesan, “Perlakukan mereka dengan baik!”. Adalah shahabat (yang diberi amanat tersebut) mengutamakan makan mereka –para tawananitu— atas diri mereka sendiri dengan makanan yang lebih enak ketika mereka makan.

Termasuk di antara perlakuan baik kepada tawanan juga adalah tidak memisahkan antara ibu dan anaknya, bapak dengan anaknya.

Nabi melarang memisahkan dalam tawanan antara ibu dan anaknya. Beliau saw bersabda:

“Barangsiapa yang memisahkan antara ibu dan anaknya, maka kelak Allah akan memisahkan antara dia dengan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat”.18)

Adalah beliau shalallahu ‘alaihi wasallam pernah mendapatkan tawanan, lalu beliau memberikan semuanya kepada ahli baitnya, karena tidak suka memisah-misahkan antara mereka”.19)

9. Adil terhadap Ahlul Dzimmah dan Berlaku Santun kepada Mereka

Ahlul dzimmah, mereka adalah orang-orang kafir yang menegakkan isi  perjanjian yang mereka adakan dengan kaum Muslimin, mereka mempunyai hak keamanan atas nyawa, harta, kehormatan dan agama mereka; serta tidak boleh mendapat gangguan apapun, oleh karena mereka berada dalam jaminan dan perlindungan kaum Muslimin sebagai ganti dari pembayaran jizyah mereka serta iltizam mereka terhadap hokum-hukum Islam yang dikenakan atas mereka dalam bentuk pelaksanaan hak atau meninggalkan hal yang haram…. Mereka berhak mengembalikan dalam perselisihan  yang terjadi antara mereka kepada hokum-hukum syari’at mereka memuat aturan dalam perkara-perkara yang bersifat pribadi; akan tetapi jika tidak; maka mereka harus mengembalikannya kepada hokum Islam dan syari’at-Nya seperti kaum Muslimin yang lain.

Seorang dzimmi tidak wajib menetapi seluruh hokum-hukum Islam, akan tetapi yang wajib bagi mereka untuk menetapinya hanyalah perkara-perkara yang tidak bertentangan dengan keyakinan diennya. Dia dihukumi dengan hukum-hukum Islam dalam soal pertanggungjawaban jiwa, harta dan kehormatan; ditegakkan hukum hudud atas mereka dalam perkara yang mereka yakini keharamannya seperti mencuri, tetapi tidak dalam perkara yang mereka yakini kehalalannya, seperti minim khamr.20)

Sebagaimana mereka juga diwajibkan untuk tidak melakukan mu’amalah dengan mereka melalui cara-cara yang rusak dan terlarang dalam syari’at yang mengakibatkan kepada keburukan, kerusakan dan bahaya terhadap masyarakat, meskipun mereka telah terbiasa dengan mu’amalah seperti itu sebelumnya, seperti riba, judi, rumah-rumah bordil.

Sebagaimana juga diharuskan untuk menjaga rasa malu, kesopanan, menutup aurat dan tidak tabarruj (mempertontonkan hiasan dan kecantikan kepada orang lain).

Semuanya itu adalah untuk menjaga keselamatan masyarakat dan kehormatannya.

Mereka juga diberi kesempatan untuk memperhatikan dan mengembangkan aspek-aspek kehidupan dunia mereka.

Allah Azza Wa jalla berfirman:

“Jika mereka (orang Yahudi) dating kepadamu (untuk meminta keputusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka, jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil”. (Al-Maidah (5): 42)

Allah Azza Wa jalla berfirman:

“Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka”. (Al-Maidah (5): 48)

Mereka tidak mempunyai hak untuk turut campur atau ikut andil bersama kaum Muslimin di dalam menjalankan kemudi kekuasaan ataupun dalam bidang kepemimpinan dan pemerintahan, sebab mereka tidak mempunyai hak kepemimpinan terhadap kaum Muslimin, bahkan kaum Musliminlah yang justru menjadi pemimpin mereka.

Allah Azza Wa jalla berfirman:

“Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman”. (An-Nisa’: 141)

Allah Azza Wa jalla berfirman:

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. (Al-Mumtahanah (60): 8)

Dari Asma’ bin Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia berkata, “Ibuku dating (mengunjungiku) sedangkan ia masih musyrik, pada masa kaum Quraisy melakukan perjanjian. Maka aku dating menemui Nabi dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku boleh memperhubunginya?”. Beliau menjawab, “Ya, silakan perhubungilah ibumu”. 21)

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang menyakiti dzimmi, maka aku adalah musuhnya; dan barangsiapa yang aku jadi musuhnya, maka akan aku musuhi dia pada hari kiamat”.22)

Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang memberi keamanan seseorang atas keselamatan darah (nyawa)nya, lalu dia membunuhnya, maka sesungguhnya aku berlepas diri dari si pembunuh, meskipun yang terbunuh adalah seorang kafir”. 23)

Dalam risalah Khalid bin Al-Walid disebutkan, “…aku tetapkan kepada mereka –yakni ahlu dzimmah—siapapun, laki-laki tua yang telah lemah untuk bekerja, atau terkena suatu musibah atau semula kaya lalu menjadi miskin, sehingga kaum yang seagama dengannya memberikan sedekah kepadanya, maka aku lepaskan tanggungan jizyahnya, dan diberi nafkah dari Baitul Mal Muslimin serta keluarganya selama dia menetap di Darul Hijrah dan Darul Islam. Akan tetapi jika mereka keluar dari negeri yang bukan Darul Hijrah dan Darul Islam, maka tidak ada kewajiban bagi kaum Muslimin untuk memberikan nafkah kepada keluarga mereka…”24)

Golongan ahlu  dzimmah hidup berabad-abad dalam naungan Daulah Islamiyah bersama kaum Muslimin dalam keadaan aman jiwa, kehormatan, Dien, dan mu’amalah mereka; mereka menikmati kehidupan yang lapang dan tarikh (sejarah) belum pernah mencatat bahwa mereka menghadapi kezhaliman, penindasan atau  gangguan dari kaum Muslimin.

Keadaan mereka tidak sebagaimana yang menimpa sebagaian kaum Muslimin di negeri-negeri Islam yang dirampas oleh orang-orang kafir dan diperintah oleh mereka. Mereka menimpakan kepada kaum Muslimin berbagai macam perlakuan yang sangat buruk, baik penindasan, penyiksaan, pembunuhan maupun pengusiran.

Sebagaimana yang pernah diperbuat oleh kaum Nasrani ketika menguasai negeri Andalusia dan merampasnya dari tangan kaum Muslimin, yang mana mereka memaksa kaum Muslimin untuk meninggalkan Dien mereka serta memeluk agama nasrani, dan siapa yang menolak akan dibakar di tungku-tungku pembuatan roti…. Mahkamah-mahkamah pemeriksaan yangdiadakan  orang-orang Nasrani di negeri Andalusia tidaklah akan hilang dari ingatan sejarah dan tidak akan terlupakan.

Demikian pula pembantaian-pembantaian missal dan individu yang dilakukan oleh bangsa Rusia komunis terhadap kaum Muslimin di negeri-negeri Islam yang telah mereka rampas dan mereka kuasai seperti Samarqand, Bukhara, Azerbaijan, Turkistan, dan Kurdistan serta negeri-negeri Islam lain, telah menghilangkan nyawa berpuluh-puluh juta kaum Muslimin. Mereka membakar mushaf-mushaf Al-Qur’an dan kitab-kitab Islam serta merubah masjid-masjid yang menjadi tempat ibadah dan dikumandangkan dari tempat adzannya suara takbir, menjadi kandang-kandang ternak dan hewan. Dan mereka juga memaksa manusia untuk mengikuti doktrin atheisme dan untuk meyakini bahwa agama adalah opium yang meracuni pikiran rakyat.

Demikian pula negeri Palestina, tatkala bangsa Yahudi Zionis penebar angkara murka, merampasnya dari tangan kaum Muslmin. Mereka membunuh kaum Muslimin dan mengusir mereka, serta menjarahharta milik mereka dan tanah mereka, kemudian merubahnya menjadi koloni kaum zionis. Adapun kaum Muslimin yang masih tinggal di sana mereka perintah dengan tangan besi.

Serta negeri-negeri Islam lain yang diperintah oleh penguasa-penguasa kafir, dimana kaum Muslimin yang hidup di negeri tersebut merasakan berbagai macam bentuk penyiksaan, pembunuhan dan pengusiran. Dosa mereka hanyalah karena mereka itu orang-orang Muslim. Benarlah Allah Yang Maha Agung  yang berfirman:

“Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (At-Taubah (9): 8)

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang yang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. (Al-Buruj (85): 8)

MANUSIA YANG PALING SANTUN DIDALAM MEMBUNUH MUSUH ADALAH KAUM MUKMIN!

MANUSIA YANG PALING SANTUN DIDALAM MEMBUNUH MUSUH ADALAH KAUM MUKMIN!

10. Berlaku keras dalam perang dan belas kasih di waktu damai

Berlaku keras dalam perang  melawan orang-orang kafir ketika mereka diperangi, dan bersikap adil serta lembut terhadap mereka di waktu damai.

Sebab dalam kondisi berperang, haruslah berlaku keras, kejam dan bengis untuk menggentarkan dan menyiutkan nyali musuh, untuk menakut-nakuti mereka, mencerai-beraikan mereka, dan merusak moral mereka, sehingga mereka dapat dikalahkan… Serta membuat gentar siapa saja yang terbetik dalam hatinya keinginan untuk memerangi kaum Muslimin. Adapun dalam keadaan damai, dalam keadaan orang-orang kafir berdamai dengan kaum Muslimin, maka sudah selayaknya untuk berlaku adil, lembut dan baik kepada mereka, berharap akan ke-Islaman mereka dan mengangankan keimanan mereka.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka carai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran”. (Al-Anfal (8): 57)

Berkata Ibnu Abbas, Al-Hasan Al-Bashri, Adh-Dhahhak, As-Suddi, Atho’ Al-Khurasani, dan Ibnu ‘Uyainah:

“Keraslah dalam menghukum mereka serta banyak-banyaklah membunuh mereka, agar musuh  selain mereka dari kalangan  Arab maupun yang lain menjadi takut dan gentar, dan agar hal tersebut menjadi pelajaran bagi mereka”

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Apabila kalian bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kalian telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kalian boleh membebaskan mereka atau I tebusan sampai perang berhenti”. (QS. Muhammad (47): 4)

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahannam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali”. (At-Tahrim (66): 9)     

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku diberi sesuatu yang mana hal tersebut tidak diberikan kepada salah seorang daripada nabi-nabi sebelumku; aku dimenangkan dengan rasa takut (yang menghinggapi musuh); aku diberi kunci-kunci perbendaharaan bumi; aku diberi nama Ahmad; dijadikan debu itu suci bagiku; dan umatku dijadikan sebaik-baik umat”.26)

Lantas di manakah keteladanan, akhlaq dan adab-adab jihad Islam dalam perang-perang yang terjadi sekarang ini? Bahkan yang ada di dalamnya hanyalah pengkhianatan, permusuhan, kejahatan, pelanggaran susila, keganasan, kerendahan moral yang mencoreng nilai-nilai kemanusiaan, yang mana hal tersebut sangat tidak pantas dikerjakan bahkan terhadap hewan sekalipun.

Peperangan-peperangan itu tidak terikat sama sekali dengan sesuatu (aturan moral), tidak memperhitungkan sesuatu apapun, dan menghancurkan segala sesuatu. (IsA)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia yang paling santun didalam membunuh (musuh) adalah kaum beriman”. 

TAFSIR!

PERANG JIHAD YANG ISLAMI!

PERANG JIHAD YANG ISLAMI!

ALLAH AZZA WAJJALLA!

ALLAH AZZA WAJJALLA!


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (#)قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ (#)التوبة

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini.dan jika kamu khawatir menjadi miskin Maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

 (QS. At Taubah: 28-29)

TAFSIR YANG BENAR!

TAFSIR YANG BENAR!

Tafsir Ibnu Katsir! 

Allah Tabaroka wa Ta’ala menyuruh kaum mukminin yang suci baik secara dien maupun dzatnya untuk menyingkirkan orang-orang musyrik yang secara dien mereka adalah orang–orang yang Najis, dari masjidil haram supaya tidak mendekatinya lagi setelah turun ayat ini. Ayat ini turun pada tahun ke sembilan dari hijrah, oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menyuruh Ali radliyallahu ‘anhu untuk menyertai Abu Bakar radliyallahu ‘anhu pada tahun itu untuk mengumumkan kepada kaum musyrikin supaya mereka tidak berhaji dan bertawaf dalam keadaan telanjang, maka Allah Ta’ala sempurnakan dan menetapkan hukum kepada mereka secara jelas.

Abdurrozak berkata; mengabarkan kepada kami Ibnu Jariz mengabarkan kepadaku Abu Jubair bahwasanya dia mendengar Jabir bin Abdulloh berkata tentang  Qs Attaubah:28, Kecuali jika orang musyrik menjadi seorang budak dan ahludimmah. Sudah diriwayatkan dari riwayat yang lain secara marfu’ bahwa Imam Ahmad meriwayatkan dari Jabir radliyallahu ‘anhu bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam;

“Tidak boleh orang musyrik masuk ke masjid kami setelah tahun ini kecuali ahlul dzimmah dan para budak mereka.”

Berkata imam Abu Amru Al Auza’I, “Umar Bin Abdul Azis radliyallahu ‘anhu menulis surat untuk  melarang orang Yahudi dan Nasroni untuk memasuki masjid-masjid kaum muslimin dengan disertakan dalil Qs At taubah :28.”

Imam Atho’ mengatakan yang dimaksud Al Harom adalah semua masjid berdasarkan dalil di atas. Ayat di atas juga sebagai dalil bahwa orang musyrik mereka najis, menurut jumhur yang najis bukan badan dan dzatnya karena Allah menghalalkan sembelihan mereka, sedangkan orang dhahiriyah mengatakan bahwa mereka najis badannya.

Berkata Asyast dari Al Hasan barangsiapa berjabat tangan dengan mereka maka hendaknya berwudlu. diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.

Muhammad bin Ishak berkata, “Setelah turun perintah di atas manusia merasa takut dan berkata, “Kalau kami mengusir mereka maka pasar akan sepi perniagaan akan berhenti dan kami akan kehilangan teman-teman.” Maka turunlah ayat

وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (#)قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

ketika kaum muslimin menghawatirkan atas kehilangan sumber penghasilan akibat mengusir orang-orang musyrik maka Allah menjanjikan dengan jizyah yang akan diambil dari mereka yang jauh lebih banyak dan lebih baik di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala.

SYAITAN DITEMBAK OLEH METEOR!

Ketika mereka Ahlul kitab mengkufuri Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, maka tidak tersisa sedikitpun keimanan yang benar dari mereka kepada seorangpun dari para nabi yang datang kepada mereka. Akan tetapi mereka mengikuti pendapat, hawa nafsu dan nenek moyang mereka yang menyelisihi syariat. Sebab kalau seandainya mereka beriman dengan apa yang ada pada mereka (Taurot; dan Zabur; dan Injil) dengan benar niscaya hal itu akan menuntun mereka untuk beriman kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, karena semua nabi dikabari dan diperintah untuk mengikutinya. Maka ketika datang kepada mereka Rasulullah sebagai rasul yang paling mulia, mereka tidak beriman sehingga diketahui kalau mereka tidak berpegang teguh kepada syariat nabi terdahulu karena itu dari sisi Allah Ta’ala. Akan tetapi sikap seperti itu karena hawa nafsu dan keingkaran mereka, oleh karena itu tidak bermanfaat bagi mereka keimanan kepada nabi yang lain jika mereka mengingkari kepada penghulu para nabi yang paling mulia, nabi terakhir dan risalahnya yang paling sempurna. Oleh karena itu mak turunlah ayat Qs Attauba:29. Ayat ini adalah ayat pertama yang turun  memerintahkan untuk memerangi ahlul kitab setelah jelas urusan kaum musyrikin dan manusia masuk kedalam islam dengan berbondong-bondong dan tegaknya jazirah arab di atas islam, maka Allah Ta’ala memerintah untuk memerangi Ahlul kitab yahudi dan nasroni pada tahun 9 H, oleh karena itu Rasulullah mempersiapkan pasukan dan menyerukan kepada seluruh Arab untuk memerangi orang-orang Romawi, sehingga berkumpul 30000 personil kecuali orang-orang munafik tidak bisa ikut dari madinah dan sekitarnya karena pada saat itu dalah masa paceklik, kemarau yang sangat panas, maka keluarlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menuju Syam kemudian sampai di Tabuk dan membangun kamp dekat sumber air selama 20 hari kemudian Rasulullah beristiharoh untuk kembali karena keadaan yang sempit dan lemahnya pasukan. Ayat ini pula dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa jizyah dikenakan kepada Ahlul kitab saja, sedangkan selain mereka ditawari masuk islam atau diperangi.

Imam Malik berkatalah: “boleh jizyah dikenakan kepada seluruh orang kafir baik ahlul kitab, majusi dan wasani.”

Sedangkan  maksud ayat

حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Maksudnya jika mereka tidak mau masuk islam maka mereka diperangi sampai mereka mau membayar jizyah dalam keadaan terpaksa kalah dan lemah terhina oleh karena itu tidak boleh memuliakan ahlu dimmah dan mendahulukan di atas kaum muslimin tapi sebaliknya mereka orang-orang lemah dan terhina, sebagaimana hadist dalam shohih Muslim Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah memulai salam kepada yahudi dan nasroni ahluddimmah, dan jika kalian menjumpai mereka di jalan maka pepetlah sampai ke tempat yang paling sempit.” Oleh karena itu Amirul Mu’minin Umar bin Alkhottob radliyallahu ‘anhu mensyaratkan bagi ahluddimmah dengan syarat yang banyak sebagai bentuk merendahkan dan menghinakan mereka sebagai mana diriwayatkan oleh para ulama hadist dari Abdurrohman bin Gonim Alass’ary  diantaranya, “Bismillahirohmanirrohiim ini adalah surat dari hamba Alloh Ta’ala Umar amirul mukminin untuk kaum nasroni Madinah, ketika kalian datang kepada kami maka kami minta kepada kalian supaya jangan mengganggu jiwa kami, rumah kami, harta kami dan kaum muslimin, dan kamipun menentukan syarat kepada kalian  untuk tidak membuat rumah, gereja, biara rahib, tidak boleh memperbaiki yang sudah rusak dan roboh dari bangunan tadi dan menghidupkannya lagi di daerah kami dan sekitarnya, tidak boleh melarang singgah kepada kaum muslimin di gereja baik siang atau malam, tidak boleh menenteg senjata, tidak boleh menjual khomer, dan lain – lain”.

AHLUL DZIMMAH SANGAT PANTAS UNTUK DIHINAKAN!

AHLUL DZIMMAH SANGAT PANTAS UNTUK DIHINAKAN!

Tidak lain Amirul mu’minin Umar bin khottob memberi sarat-sarat di atas melainkan untuk menjadikan mereka kecil, terhina dan terpojok.

Oleh karena itu Amirul Mu’minin Umar bin Alkhottob radliyallahu ‘anhu mensyaratkan bagi ahlul dzimmah dengan syarat yang banyak sebagai bentuk merendahkan dan menghinakan mereka!

Kesimpulan

Sangat sempurna syariat Alloh Ta’ala tidak ada yang tecantum kecuali benar dan tepat sepanjang zaman, menyimpang dari syariatnya adalah kesesatan yang sangat nyata dan kerugian yang besar, Alloh perintahkan kaum muslimin untuk mencari kemuliaan dari sisi Robnya dan melarang mencari kemuliaan dari sisi orang-orang kafir karena sesungguhnya kemuliaan hanya milik Allah semata, pemahaman yang benar tentang kekafiran ahlil kitab kepada Allah dan Rasulullah akan mendorong kesiapan untuk memerangi mereka, barokah yang besar jika kaum muslimin mengamalkan ayat ini. wallohu a’lamu bissowab. (NuH)

.  

HADITS SHAHIH!

BAITULLAH YANG SUCI!

BAITULLAH YANG SUCI!

ISLAM!

ISLAM!

HADITS SHAHIH!

حدثني محمد بن عبد الرحيم حدثنا شبابة بن سوار الفزاري حدثنا إسرائيل عن إبي إسحاق قال: سمعت البراء رضي الله عنه يقول: (( أَتىَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم رَجُلٌ مُقَنِّعٌ بٍالْحَدٍيْدِ، فَقَالَ: يَا رسول الله، أُقاتلُ أو أُسلٍم؟ قال: أَسْلِم ثمّ قَاتِل! فأَسلَم ثمّ قاتَل فقُتل. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: عَمِل قليلاً وأُجِرَ كثيراً))  رواه البخاري في صحيحه، كتاب الجهاد والسير، باب عمل صالح القتال، رقم: 2808.

Menceritakan kepada saya Muhammad bin Abdurrahim, menceritakan kepada kami Syababah bin Sawwar al-Fazari, menceritakan kepada kami Israil dari Abu Ishaq, ia berkata: Saya mendengar al-Bara’ r.a. berkata: (( Seseorang dengan mengenakan perlengkapan tempur datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, saya berperang dahulu atau masuk Islam?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Masuk Islamlah Engkau dahulu, kemudian berperanglah!” Lalu, lelaki tersebut menyatakan masuk Islam, kemudian ia berperang dan akhirnya gugur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang orang itu: “Ia beramal sedikit, namun memperoleh upah yang banyak.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya, Kitab al-Jihad wa as-Sair, bab ‘Amal Shalih Qabl al-Qitaal, no: 2808.

HADITS SHAHIH!

HADITS SHAHIH!

Syarh!

Ibnu Hajar tidak dapat memastikan siapa lelaki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil mengenakan pakaian tempurnya ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari jalur Zakariya bin Abu Zaid dari Abu Ishaq, bahwasanya lelaki itu adalah salah seorang Shahabat dari kalangan Anshar, dari Bani Nabit. Beliau dikenal dengan nama Amru bin Tsabit bin Waqqasy, juga dikenal dengan Ashram bin Abdul Asyhal. Sedangkan Bani Abdul Asyhal adalah bagian dari kalangan Anshar, mereka adalah keturunan Aus, mereka berbeda dengan Bani Nabit.

ACHA NIRINA!

Ibnu Ishaq mencantumkan sebuah riwayat dalam al-Maghazi tentang kisah Amru bin Tsabit dengan sanad yang shahih dari Abu Hurairah, ia bertanya: Beritahukan kepada saya tentang seseorang yang masuk Jannah tanpa pernah melaksanakan shalat sekalipun? Ia menjawab: “Dia adalah Amru bin Tsabit.”

Ibnu Ishaq berkata, berkata al-Hushain bin Muhammad: Saya bertanya kepada Mahmud bin Labid, “Bagaimana jalan ceritanya?”. Mahmud bin Labid menjawab, “Amru bin Tsabit adalah seseorang yang enggan memeluk Islam. Pada waktu perang Uhud, ia mengetahui berita (keberangkatan pasukan), lalu ia ikut dengan membawa pedangnya dan dan masuk dalam barisan kaum muslimin, kemudian ia bertempur sampai terluka. Ketika ia ditemukan oleh beberapa orang rekan-rekanya, mereka bertanya: Apa yang terjadi pada dirimu, demi membela kaummu (yang masih Musyrik) atau karena cinta terhadap Islam? Amru bin Tsabit menjawab: Ini semua karena saya mencintai Islam. Saya berperang bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, hingga pada akhirnya saya mendapatkan apa yang telah saya dapatkan ini. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Amru bin Tsabit: Dia termasuk penduduk Jannah.”

Abu Dawud dan Al-Hakim meriwayatkan sebuah hadits dari jalur Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah, “Dahulu Amru bin Tsabit adalah orang yang enggan memeluk Islam karena amal Ribanya pada masa Jahiliyah. Pada waktu perang Uhud, ia berkata kepada teman-temannya: “Dimana teman-teman saya yang lain?” mereka menjawab: Di Uhud. Lalu Amru bin Tsabit bergegas berangkat ke Uhud dengan membawa pedangnya sampai ia bersua dengan rekan-rekannya. Mereka bertanya: Apakah Engkau akan bergabung dengan kami? Amru bin Tsabit menjawab: “Saya sudah memeluk Islam.” Lalu ia berperang sampai luka-luka. Ia didatangi oleh Sa’ad bin Mu’adz seraya berkata: “Engkau keluar dari rumahmu dengan membawa kemarahan karena Allah dan Rasul-Nya.” Kemudian Amru wafat dan masuk Jannah, padahal ia tidak sempat melaksanakan sholat sekali pun.”

Untuk menggabungkan dua riwayat ini, bahwa orang-orang yang melihat Amru bin Tsabit dalam perjalanan dan bertanya: “Apakah Engkau  akan bergabung dengan kami?” adalah sekumpulan orang yang tidak berasal dari kaumnya (bukan rekan-rekan yang dicarinya). Sedangkan kaumnya sama sekali tidak mengetahui keberangkatan Amru bin Tsabit ke medan Uhud, sampai mereka menemukannya dalam keadaan terluka di tengah-tengah pertempuran.

Jika kedua hadits ini dihubungkan dengan hadits yang dicantumkan oleh al-Bukhari dalam pembahasan ini, akan didapat kesimpulan: Bahwa, pertama-tama Amru bin Tsabit datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum berangkat ke medan Uhud, dan bertanya. Lalu ia masuk Islam, kemudian baru ia berangkat perang. Di tengah jalan ia bersua dengan orang-orang yang berkata kepadanya, “Apakah Engkau  akan bergabung dengan kami?”.

BERAMAL SHALEHLAH SEBELUM KALIAN BERPERANG DI JALAN ALLAH!

BERAMAL SHALEHLAH SEBELUM KALIAN BERPERANG DI JALAN ALLAH!

Hadits tentang kisah Amru bin Tsabit ini dikuatkan oleh hadits lain yang berasal dari an-Nasa’i melalui jalur Zuhair bin Mu’awiyah dari Abu Ishaq, serupa dengan riwayat yang berasal dari Israil. Dalam riwayat ini, Amru bin Tsabit bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika saya berangkat dalam peperangan ini, lalu saya berperang sampai saya gugur, apakah saya akan masuk Jannah padahal saya belum pernah shalat sekali pun? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Iya!”.

Hadits ini bermakna, terkadang pahala yang banyak bisa didapat dengan amalan yang sedikit sebagai bentuk keutamaan dan keistimewaan yang diberikan Allah.

Sebagaimana ucapan Abu Darda’: Wahai manusia, beramal shalihlah kalian sebelum berperang, karena sesungguhnya kalian berperang dengan amalan kalian. (IbRaHiM)

Wallahu a’lam.

[Fath al-Baari, vol. 06, hal. 30-31].

Sebagaimana ucapan Abu Darda’: Wahai manusia, beramal shalihlah kalian sebelum berperang, karena sesungguhnya kalian berperang dengan amalan kalian! 

الخيل معقود في نواصيها الخير إلى يوم القيامة (رواه البخاري و مسلم)

“Kuda itu diatas ubun-ubunnya terikat kebaikan hingga hari kiamat.” 

.

PROFIL SALAF! 

MEMERANGI KAFIR AND BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

MEMERANGI KAFIR AND BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

GEORGE WALKER BUSH AND OSAMA BIN LADEN!

GEORGE WALKER BUSH AND OSAMA BIN LADEN!

SA’AD BIN ABI WAQASH

Singa yang Menyembunyikan Kukunya

Allah SWT berfirman, “Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan menderita kelemahan diatas kelemahan dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada ibu bapakmu! Kepada-Ku tempat kembali. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs Luqman: 14-15).

BERJILBAB!

Ayat-ayat yang mulia ini mempunyai latar belakang kisah tersendiri dan mengejutkan; menyebabkan satu golongan diantara dua golongan yang bertentangan jatuh terbanting, berhubungan dengan pribadi seorang pemuda lemah lembut. Akhirnya kemenangan berada di pihak yang baik and beriman.

KUDA DI ATAS UBUN-UBUNNYA TERIKAT KEBAIKAN HINGGA HARI KIAMAT!

KUDA DI ATAS UBUN-UBUNNYA TERIKAT KEBAIKAN HINGGA HARI KIAMAT!

Tokoh kisah ini ialah seorang pemuda Makkah, keturunan terhormat, dan dari ibu bapak yang mulia. Nama pemuda itu Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu.

Tatkala cahaya kenabian terpancar di kota Makkah, Sa’ad masih muda belia, penuh perasaan belas kasih, banyak bakti kepada ibu bapak, dan sangat mencintai ibunya. Walaupun Sa’ad baru menjelang usia 17 tahun, namun dia telah memiliki kematangan berpikir dan kedewasaan bertindak. Dia tidak tertarik kepada aneka macam permainan yang menjadi kegemaran pemuda-pemuda sebayanya. Bahkan dia mengarahkan perhatiannya untuk bekerja membuat panah, memperbaiki busur, dan berlatih memanah, seolah-olah dia sedang menyiapkan diri untuk suatu pekerjaan besar. Dia juga tidak puas dengan kepercayaan/agama sesat yang dianut bangsanya, serta kerusakan masyarakat, seolah-olah dia sedang menunggu uluran tangan yang kokoh kuat, penuh kasih sayang, untuk merubah keadaan gelap gulita menjadi terang benderang.

Sementara itu, Allah ‘Azza wa Jalla menghendaki akan menaikkan harakat kemanusiaan yang telah merosot secara keseluruhan dan merata, melalui pribadi yang belas kasih itu, yaitu melalui penghulu segala makhluk, Muhammad bin Abdillah. Dalam genggamannya memancar sinar petunjuk keutuhan yang tidak tercela, yaitu Kitabullah.

Sa’ad segera memenuhi panggilan yang berisi petunjuk dan hak ini (agama Islam), sehingga dia tercatat sebagai orang ketiga atau keempat yang masuk Islam. Bahkan dia sering berucap dengan penuh kebanggaan, “Setelah aku renungkan selama seminggu, maka aku masuk Islam sebagai orang ketiga.”

Rasulullah saw sangat bersuka-cita dengan islamnya Sa’ad. Karena beliau melihat pada pribadi Sa’ad terdapat ciri-ciri kecerdasan dan kepahlawanan yang menggembirakan. Seandainya kini ia ibarat bulan sabit, maka dalam tempo singkat ia akan menjadi bulan purnama yang sempurna.

PROFIL SALAF!

PROFIL SALAF!

Keturunan dan status sosialnya yang mulia dan murni, melapangkan jalan baginya untuk mengajak pemuda-pemuda Makkah mengikuti langkahnya masuk Islam seperti dirinya. Di samping itu sesungguhnya Sa’ad termasuk paman Nabi saw. juga. Karena dia adalah dari Bani Zuhrah sedangkan Bani Zuhrah adalah keluarga Aminah binti Wahab, ibunda Rasulullah saw.

Rasulullah saw. sangat membanggakan pamannya. Pernah diceritakan, suatu ketika beliau sedang duduk-duduk beserta beberapa orang sahabat. Tiba-tiba beliau melihat Sa’ad bin Abi Waqqash datang. Lalu beliau berkata pada para sahabat yang hadir, “Inilah pamanku. Coba tunjukkan padaku siapa yang punya paman seperti pamanku!”

Tetapi, Islamnya Sa’ad tidak langsung memberikan kemudahan yang mengenakkan baginya. Sebagai pemuda muslim, dia ditantang dengan berbagai tantangan, ujian, serta cobaan-cobaan berat dan keras. Ketika cobaan-cobaan itu telah sampai dipuncaknya, Allah SWT menurunkan wahyu mengenai peristiwa yang dialaminya. Marilah kita dengarkan kisahnya.

Sa’ad bercerita, “Tiga malam sebelum aku masuk Islam, aku bermimpi, seolah-olah aku tenggelam dalam kegelapan yang tindih menindih. Ketika aku sedang mengalami puncak kegelapan itu, tiba-tiba aku lihat bulan memancarkan cahaya sepenuhnya lalu kuikuti bulan itu. Aku melihat tiga orang telah lebih dahulu berada dihadapanku mengikuti bulan tersebut. Mereka itu adalah Zaid bin Haritsah, Ali bin Abi Thalib dan Abu Bakar As-Shiddiq, aku bertanya kepada mereka, “Sejak kapan anda bertiga disini?” Mereka menjawab, “Belum lama.” Setelah siang hari, aku mendapat kabar, Rasulullah saw. mengajak orang-orang mengajak kapada Islam secara diam-diam. Yakinlah aku sesungguhnya Allah SWT menghendaki kebaikan bagi diriku, dan dengan Islam Allah akan mengeluarkanku dari kegelapan kepada cahaya terang. Aku segera mencari beliau, sehingga bertemu dengannya pada suatu tempat ketika dia sedang salat Ashar. Aku menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Belum ada orang mendahuluiku masuk Islam, selain mereka bertiga, seperti yang terlihat dalam mimpiku.

Sa’ad melanjutkan kisahnya, “Ketika ibuku mengetahui aku masuk Islam, dia marah bukan kepalang. Padahal aku anak yang berbakti dan mencintainya. Ibu memanggilku dan berkata, “Hai Sa’ad! Agama apa yang engkau anut, sehingga engkau meninggalkan agama ibu bapakmu? Demi Allah Engkau harus meninggalkan agama barumu itu! Atau aku mogok makan minum sampai mati….! Biar pecah jantungmu melihatku, dan penuh penyesalan karena tindakanmu sendiri, sehingga semua orang menyalahkan dan mencelamu selama-lamanya.”

Aku menjawab, “Jangan lakukan itu, Bu! Bagaimanapun juga aku tidak akan meninggalkan agamaku.” Ibu tegas dan keras melaksanakan ucapannya. Beliau benar-benar mogok makan minum. Sehingga tubuh dan tulang-tulangnya lemah, menjadi tidak berdaya sama sekali. Terakhir, aku mendatangi ibu untuk membujuknya supaya dia mau makan dan minum walaupun agak sedikit. Tetapi ibu memang keras. Beliau tetap menolak dan bersumpah akan tetap mogok makan sampai mati, atau aku meninggalkan agamaku, Islam.

Aku berkata kepada ibuku, “Sesungguhnya aku sangat mencintai ibu. Tetapi aku lebih cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah! Seandainya ibu mempunyai seribu jiwa, lalu jiwa itu keluar dari tubuh ibu sata persatu (untuk memaksaku keluar dari agamaku), sungguh aku tidak akan meninggalkan agamaku karananya.”

Tatkala ibu melihatku bersungguh-sungguh dengan ucapanku, dia pun mengalah. Lalu dia menghentikan mogok makan sekalipun dengan perasaan terpaksa. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad saw. yang artinya, “Dan kalau keduanya memaksa engkau menyekutukan-Ku (dengan) apa yang engkau tidak ketahui jangan diturut, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.”

Setelah Sa’ad masuk Islam, dia lantas berjasa terhadap Islam dan kaum muslimin dengan prestasi baik dan tinggi.

Dalam perang Badar, Sa’ad ikut berperang bersama-sama adiknya ‘Umair. Ketika itu ‘Umair masih muda remaja, belum lama mencapai usia baligh. Tatkala Rasulullah saw. memerintahkan tentara muslimin berkumpul dan bersiap sebelum berangkat perang, ‘Umair bersembunyi-sembunyi, takut kalau-kalau dia tidak diperbolehkan Rasulullah turut berperang, karena usianya yang masih kecil. Tetapi Rasulullah tetap melihatnya, lalu tidak membolehkannya ikut. ‘Umair menangis, sehingga Rasulullah merasa kasihan, dan akhirnya membolehkan ‘Umair ikut berperang. Sa’ad mendatangi adiknya dengan gembira, lalu mengikatkan pedang di bahu ‘Umair, karena tubuhnya yang kecil. Kedua bersaudara itu pergi berperang, berjuang bersama fi sabilillah. Seusai peperangan Sa’ad kembali ke Madinah seorang diri. Sedangkan adiknya, ‘Umair, tinggal di bumi Badar sebagai syuhada. Sa’ad merelakan adiknya ke pangkuan Allah SWT dengan mengharap pahala dari-Nya.

Ketika tentara muslimin lari kocar-kacir dalam perang Uhud, Rasulullah saw. tinggal di medan tempur dengan kelompok kecil tentara muslimin tidak lebih dari sepuluh orang. Satu diantaranya adalah Sa’ad bin Abi Waqqash. Sa’ad berdiri melindungi Rasulullah saw. dengan panahnya. Tidak satupun anak panah yang dilepaskan Sa’ad dari busur melainkan mengenai sasaran dengan jitu, dan orang musyrik yang terkena, langsung tewas seketika. Tatkala Rasulullah saw. melihat Sa’ad seorang pemanah jitu, beliau berkata memberinya semangat, ” Panahlah, hai Sa’ad! Panahlah …! Bapak dan ibuku menjadi tebusanmu!” Sa’ad sangat bangga sepanjang hidupnya dengan ucapan Rasulullah itu. Sehingga Sa’ad pernah pula berkata, “Tidak pernah Rasulullah berucap kepada seorang juapun, mempertaruhkan kedua ibu bapaknya sekaligus sebagai tebusan, melainkan hanya kepadaku.”

Namun puncak kejayaan Sa’ad, adalah ketika Khalifah ‘Umar Al-Faruq bertekad menyerang kerajaan Persia, untuk menggulingkan pusat pemerintahannya, dan mencabut agama berhala sampai keakar-akarnya di permukaan bumi. Khalifah ‘Umar memerintahkan kepada setiap Gubernur dalam wilayahnya, supaya mengirim kepadanya setiap orang yang mempunyai senjata, atau kuda, atau setiap orang yang mempunyai keberanian, kekuatan, atau orang yang berpikiran tajam, yang mempunyai suatu keahlian seperti syi’ir, berpidato dan sebagainya, yang dapat membantu memenangkan perang. Maka tumpah ruahlah ke Madinah para pejuang muslim dari setiap pelosok.

Setelah semuanya selesai melapor, Khalifah ‘Umar merundingkan dengan para pemuka yang berwenang, siapa kiranya yang pantas dan dipercaya untuk diangkat menjadi panglima angkatan perang yang besar itu. Mereka sepakat dengan aklamasi menunjuk Sa’ad bin Abi Waqqash, singa yang menyembunyikan kuku. Lalu Khalifah menyerahkan panji-panji perang kaum muslimin kepadanya dengan resmi, dalam pengangkatannya menjadi panglima.

Sewaktu angkatan perang yang besar itu hendak berangkat, Khalifah ‘Umar berpidato memberi amanat dan perintah harian kepada Sa’ad. Umar berkata, “Hai Sa’ad! Janganlah engkau terpesona, sekalipun engkau paman Rasulullah, dan sahabat beliau. Sesungguhnya Allah tidak menghapus suatu kejahatan dengan kejahatan. Tetapi Allah menghapus kejahatan dengan kebaikan. Hai, Sa’ad! Sesungguhnya tidak ada hubungan kekeluargaan antara Allah dengan seorangpun melainkan dengan mentaati-Nya. Segenap manusia sama di sisi Allah, baik ia bangsawan atau rakyat jelata. Allah adalah Rabb mereka, dan mereka semuanya adalah hamba-hamba-Nya. Mereka berlebih-berkurang karena taqwa, dan memperoleh karunia dari Allah karena taat. Perhatikan cara Rasulullah yang engkau telah ketahui, maka tetaplah ikuti cara beliau itu”.

Maka berangkatlah pasukan yang diberkati Allah itu menuju sasaran. Di dalamnya terdpat 99 orang bekas pahlawan perang Badar, lebih kurang 319 orang para sahabat yang tergolong dalam bai’at Ridwan, 300 orang pahlawan yang ikut dalam penaklukan Makkah bersama-sama Rasulullah saw., 700 orang putra-putra para sahabat, dan pejuang-pejuang muslim lainnya (yang keseluruhan berjumlah 30.000 orang). Sampai di Qadisiyah, Sa’ad menyiagakan seluruh pasukannya dan bertempur hebat. Pada hari Al-Harir kaum muslimin bertekad menjadikan hari itu sebagai hari yang menentukan. Mereka mengepung musuh dengan ketat, lalu maju ke depan dari segala arah, sambil membaca takbir.

Dalam pertempuran itu, kepala Rustam, panglima tentara Persia, berpisah dengan tubuhnya oleh lembing kaum muslimin. Maka masuklah rasa takut dan gentar ke dalam hati musuh-musuh Allah. Sehingga dengan mudah kaum muslimin menghadapi para prajurit Persia dan membunuh mereka. Bahkan kadang-kadang mereka membunuh dengan senjata musuh itu sendiri.

Sa’ad bin Abi Waqqash dikaruniai Allah usia lanjut. Dia dicukupi kekayaan yang lumayan. Tetapi ketika wafat telah mendekatinya, dia hanya meminta sehelai jubah usang. Ia berkata, “Kafani aku dengan jubah ini. Dia kudapatkan dari seorang musyrik dalam perang Badar. Aku ingin menemui Allah ‘Azza wa jalla dengan jubah itu”. Wallaahu a’lam bish showaab

Sumber: Shuwarum min Hayaatis Shahaabah, Abdulrahman Ra’fat Basya (Buku Shuwarum min Hayaatis Shahaabah oleh Abdulrahman Ra’fat Basya telah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Media Da’wah dengan judul Kepahlawanan Generasi Shahabat Rasulullah). 

.

PROFIL KHALAF! 

DOKTOR AIMAN AZH-ZHAWAHIRI HAFIDZULLAH!

DOKTOR AIMAN AZH-ZHAWAHIRI HAFIDZULLAH!

SUBHANALLAH!,TANGAN POHON MENUNJUK!

SUBHANALLAH!,TANGAN POHON MENUNJUK!

Dr Aiman Azh Zhawahiri memiliki latar belakang keluarga yang kaya raya, terpandang dan berpendidikan. Ayahnya adalah Muhammad bin Rabi` Azh Zhawahiri seorang dosen kedokteran Universitas Ain Syams. Ia adalah salah seorang dokter ternama di Mesir. Sepupunya yang terkenal adalah Salim Azzam, ketua Europen Islamic Council (EIC) serta Mahfuzh Azzam wakil ketua Partai Pekerja Mesir.

Semangat berislam Dr Aiman Azh Zhawahiri telah tmbuh sejak beliau masih kecil. Hal itu tampak dari keterikatannya dengan masjid, baik untuk sekedar sholat berjama`ah maupun untuk mengikuti berbagai kajian atau pelajaran ilmiyah keislaman. Ia tumbuh berbeda dengan kebanyakan remaja seusianya. Ia adalah seorang yang tekun membaca dan gemar menelaah berbagai disiplin ilmu.

DOKTOR AIMAN AZH-ZHAWAHIRI HAFIDZULLAH!

DOKTOR AIMAN AZH-ZHAWAHIRI HAFIDZULLAH!

BENDERA KESULTANAN ACEH!

Selanjutnya, Dr Aiman Azh Zhawahiri banyak mengambil manfaat dari komunitas “salafi” Mesir yang terhimpun dari Jama’ah Anshorus Sunnah Al Muhammadiyyah. Beliau sering datang ke masjid Anshorus Sunnah. Di sana para penuntut ilmu berkumpul, mendengarkan pelajaran agama dan kajian Al Qur’an. Tadinya kajian itu hanyalah majelis tilawah Al Qor`an dan ilmu tajwid dibawah bimbingan seorang syaikh, kemudian berkembang menjadi kajian kitab-kitab tafsir. Setelah itu dilanjutkan dengan mengkaji kitab-kitab salafiyah, seperti kitab karangan Ibnu Taimiyah yang fatwa-fatwanya sangat mengesankan san mempengaruhi mereka.

Pendidikan menengah Dr Aiman Azh Zhawahiri ditempuh di Madrosah Tsanawiyah modern di daerah Ma`adi. Di sinilah beliau mulai berkenalan dengan Abdul Qodir bin Abdul Aziz, yang kemudian menjadi teman seperjuangannya selama kuliah Spesialis Mata di Fakultas Kedokteran Universitas Kairodan juga dalam langkah hijrahnya dalam berjihad. Beliau lulus kuliah pada tahun 1394 H dengan nilai jayyid jiddan (summa cum laude) dan melanjutkan kuliah ke Magister Bedah Umum hingga lulus pada tahun 1398 H. Sedangkan gelar doktor dibidang bedah beliau peroleh dari salah satu universitas di Pakistan.

Aktivitas Dr Aiman Azh Zhawahiri dalam `amal islamiy (pergerakan Islam) dimulai sejak muda, yaitu pada tahun 1966 ketika Sayyid Quthb digantung. Namun namanya baru mulai mengemuka setelah terjadi peristiwa terbunuhnya Anwar Sadat. Ia dituduh terlibat jaringan yang berusaha menghabisi Anwar Sadat. Ia pun ditangkap pada tanggal 25 Dzulhijjah 1401 H dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.

Tekanan dari rezim Husni Mubarak –pengganti Anwar Sadat— membuat sebagian aktivis Islam untuk meninggalkan Mesir. Apalagi waktu itu jihad Afghanistan sedang berkecambuk dengan sengit. Dr Aiman Azh Zhawahiri dan Abdul Qodir bin Abdul Aziz menjadikan bulan sabit merah Kwait sebagai batu loncatan untuk aksi jihad mereka kedepan.

Tahun 1405 H mulai bekerja sebagai sukarelawan medis di Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Kwait di Peshawar, Pakistan. Dari sini beliau mulai masuk dan berpartisipasi dalam jihad di wilayah Afghanistan.

Tahun 1413 H bersama sahabatnya Usamah bin Ladin hijrah ke tanah Sudan. Tahun 1416 H kembali ke Afghanistan setelah pemerintahan taliban berhasil menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan dan berhasil mendirikan pemerintahan Islam.

Terakhir, pada tahun 1418 H, bersama dengan sejumlah tokoh jihad, yaitu: Usamah bin Ladin (Kantor Pelayanan Mujahidin, Pakistan), Rifa`ie Ahmad Thoha (Jama`ah Islamiyah, Mesir) dan Amir Hamzah (Harokah Mujahidin, Bangladesh); Dr Aiman Azh Zhawahiri mendeklarasikan “Front Islam Internasional untuk melawan Yahudi dan Salibis”. Front inilah yang diyakini banyak orang sebagai embbrio dari sebuah organisasi jihad yang bersifat multinasional dan lintas negara, yang kemudian dikenal dengan “Tanzim Qo`idatul Jihad” atau yang lebih dikenal sebagai “ALQO`IDAH”.

Beberapa karya tulis sempat dihasilkan ketika Dr Aiman Azh Zhawahiri memimpin Jama`ah Jihad, antara lain:

PROFIL KHALAF!

PROFIL KHALAF!

Yang ditulis sendiri oleh Dr Aiman Azh Zhawahiri

  1. 1.        Al Hisaad Al Murr: Al Ikhwaan Al Muslimuun fie Sittiina `Aamm
    (Tikaman yang Terus-Menerus: 60 Tahun Ikhawanul Muslimin, Sebuah Kritikan)
  2. 2.        Al Walaa` wal Baroo`: `Aqidah Manqulah wa Waqi` Mafqud  (Loyalitas dan Berlepas Diri: Antara Aqidah dan Praktik)
  3. 3.        Al Hiwar ma`ath Thowaaghiit: Maqbaratud Du`ah (Kompromi dengan Thoghut: Kuburan Para Da`i)
  4. 4.        Al Kitaab Al Aswad: Qishotu Ta`dziibil Muslimiin fie `Ahdi Husni Mubarok
    (Buku Hitam: Kisah Penyiksaan Umat Isam pada Era Husni Mubarok)
  5. 5.        Mishro Al Muslimah: Baina Siyaatul Jalaadiin wa `Umaalatul Kho`iniin (Mesir Negri Kaum Muslimin: Antara Cemeti Para Algojo dan Konspirasi Para Penghianat)
  6. Syifa`ush Shuduril Mu`miniin (Obat penawar Hati bagi Kaum Muslimin)
  7. Dan sejumlah artikel yang diterbitkan oleh Majalah Al Mujahiduun, yang merupakan majalah milik Jama`ah Jihad.

Yang disusun oleh Tim Lajnah Sar`iyyah Jama`ah Jihad, dibawah tanggung jawab Dr Aiman Azh Zhawahiri:

1)       Jama`atu Jihad: `Aqidah wa Manhaj (Jama`ah Jihad: Aqidah dan Manhaj)

2)       Ar Raddu `Alaa Syubuhah Khothiroh lisy Syaikh Al Albani (Bantahan Terhadap Kerancuan yang Berbahaya dari Fatwa Syaikh Al Albani Tentang Sikap Diam Terhadap Penguasa Murtad)

3)       Kasyfuz Zur wal Buthon fie Halfil Kahanati was Sulthon (Menyikapi Kedustaan dan Tipu Daya Para `Dukun` dan Penguasa: Sebuah Sorotan Terhadap Pernyataan `Ulama Al Azhar tertanggal 1 Januari 1989 M)

4)       Nashihul Ummah bi Ijtinabi Fatawasy yaikh Ibni Baz (Nasihat untuk Menjauhi Fatwa Syaikh Bin Baz Tentang Bolehnya Menjadi Anggota Parlemen)

5)       Ad Da`wah As Sirriyyah (Da`wah Secara Sembunyi-Sembunyi)

6)       Fathur Rohmaan fie Raddi `Alaa Bayaanil Ikhwaan (Bantahan Terhadap Pernyataan Ikhwanul Muslimin)

7)       Jihaduth Thowaghit (Berjihad Melawan Para Thoghut) Wujubul Jihad wa Fadhlusy Syahadah (Kewajiban Jihad dan Keutamaan Mati Syahid) (KhIdIR)

 .

FIQIH! 

BAITULLAH (KA'BAH)!

BAITULLAH (KA’BAH)!

OSAMA BIN LADEN TERBANG DI ATMOSFER BUMI!

OSAMA BIN LADEN TERBANG DI ATMOSFER BUMI!

HUKUM BENDERA ACEH! HAJI BAGI MUJAHID

-          Jika hukum jihad fardhu ‘ain, jihad didahulukan atas haji.

-          Jika jihad fardhu kifayah dan haji fardhu ‘ain, haji didahulukan atas jihad.

-          Dan jika jihad fardhu kifayah dan haji yang bersifat tathawwu’, jihad lebih diutamakan dari haji.

PERNAK-PERNIK DIDALAM  HUKUM JIHAD

-          Meminta izin kepada pemimpin

Bila jihad yang dilakukan untuk mengejar musuh ke kantong-kantong mereka, para ulama sepakat bahwa meminta izin kepada pemimpin atau yang mewakilinya disyariatkan.namun bila seorang pemimpin tidak memerintahkan untuk berjihad, tidak melakukan persiapan, tidak memerhatikan untuk memerangi musuh maka boleh berangkat berjihad tanpa seizinnya dan setelah kesepakatan ahlul hilli wal ‘aqdi.

FIQIH!

FIQIH!

Namun bila jihad yang dilakukan merupakan perlawanan mempertahankan wilayah kaum muslimin dan keadaannya tidak memungkinkan untuk izin atau sudah izin tapi dihalangi, tidak ada perselisihan di antara ulama’ boleh berangkat berjihad tanpa seizin pemimpin.

-          Meminta izin kepada kedua orang tua

Menurut kesapakatan para ahli fiqih, bila jihad fardhu ‘ain bagi si anak maka tidak disyaratkan izin kepada kedua orang tua.

Namun bila jihad bukan fardhu ‘ain bagi si anak maka disyaratkan harus izin kepada kedua orang tuanya.

-          Meminta izin kepada yang menghutangi

Bila jihad fardhu ‘ain tidak disyaratkanizin kepada orang yang menghutangi, baik hutang yang ditanggungnya sifatnya segera atau tidak, ia mampu melunasinya atau tidak. Yang demikian tidak ada perselisihan di antara ahli fiqih.

Dan bila jihad bukan fardhu ‘ain baginya, ada tiga keadaan:

1-                   Bila hutang yang ditanggungnya sifatnya segera dan ia mampu melunasinya, tidak ada perselisihan di antara ahli fikih bahwa baginya tidak boleh berangkat berjihad kecuali setelah meminta izin, untuk melunasi hutangnya atau meminta penagguhan atau meninggalkan jaminan.

2-                   Bila hutang itu sifatnya segera (jatuh tempo) dan ia sedang tidak mampu untuk melunasi, ia wajib izin kepada yang menghutanginya.

3-                   Bila hutang itu belum jatuh tempo, ia juga wajib memimnta izin kepada yang menghutanginya.

-                      Tidak ada perselisihan di antara para ulama, boleh berjihad bersama pemimpin yang durja yang mmapu melindungi kaum muslimin dan kedurjaannya hanya untuk dirinya.

Tidak ada perselisihan juga di antara ulama, kaum wanita boleh turut serta dalam jihad bersama pa ra mujahidin untuk menyuplai air minum  atau mengobati korban terluka dan bahkan boleh juga turut dalam bertempur.

(LuKmAN). 

.

HADITS DHO’IF SEPUTAR BULAN RAMADHAN! 

MARHABAN YAA RAMADHAN!

MARHABAN YAA RAMADHAN!

PEDANG ISLAM AND BULAN DAN BINTANG!

PEDANG ISLAM AND BULAN DAN BINTANG!

Ada sejumlah hadits-hadits FPI (FRONT PEMBELA ISLAM)! dho’if yang berkenaan dengan bulan ramadhan, yang sering dibawakan oleh para da’i didalam memberikan wejangan maupun nasihatnya kepada ummat, hadits-hadits tersebut sama sekali tidak shahih dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam diataranya adalah!:

Hadits pertama:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Sha’id dalam musnad Ibnu Abu Aufa, al Baihaqi dalam Syu’abul Iman (393,3937,3939) dan hadits ‘Abdullah bin Abi Aufa, Imam al Munawi berkata dalam faidhul qadir (12740), “Al Baihaqi mengatakan bahwa didalamnya ada perawi yang bernama Ma’ruf bin Hassan dan dia adalah dlaif. Ada juga Sulaiman bin Umar an Nakha’Ie yang lebih dla’if daripada Ma’ruf.

Al hafidz al Iraqi berkata, “Di dalamnya ada perawi yang bernama Sulaiman an nakha’ie yang termasuk salam satu pendusta.”

Syekh Salman bin Fahd al audah berkata, “di dalamnya juga ada perawi yang bernama Abdul Malik bin Umair, yang disebutkan oleh imam Adz Dzahabi dalam adh dhu’afa’, imam Ahmad mengatakan, “Dia adalah mudhtharibul hadits (suka mengubah-ubah hadits).”

Ibnu Ma’in berkata, “Dia adalah mukhtalit (suka mencampurkan hadits).” Abu Hatim berkata, “Dia bukan seorang yang hafizh.”

Abu Nu’aim juga meriwayatkan hadits ini dalam hilyatul auliya’ (5/83), dari hadits Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu, dan Alaihis salam Suhamimi meriwayatkan dalam Tarikh Jurjan (1/370) dari hadits Ali bin Abi Thalib radliyallahu ‘anhu, lihat dalam dha’iful jami’ 5972)

Hadits kedua;

مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ لَمْ يُجْزِهِ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلَّهُ وَلَوْ صَامَهُ

“Barang siapa berbuka sehari saja pada bulan ramadhan tanpa suatu udzur, maka tidak akan diganjar puasanya sepanjang masa yang pernah dilakukannya.” 

Hadits ini cukup masyhur di kalangan manusia dan al bukhari menyebutkannya secara ta’liq. Para perawi yang empat meriwayatkan hadits ini dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, dari jalan Abul Muthawwis, dari ayahnya dari Abu Hurairah. Dan hadits ini adalah hadits dla’if karena memiliki tiga kecacatan;

  1. Abul Muthawwis adalah perawi yang majhul.
  2. ada kemungkinan terputusnya sanad dalam hadits ini, antara al Muthawwis dengan Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.
  3. didalamnya terdapat idhtirab.

Hadits berikutnya adalah

صُوْمُوْا تَصِحُوْا

Berpuasalah kalian, agar kalian sehat.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Adi dan Ath-Thabrani dalam al mu’jam al ausath dan merupakan hadits dho’if bahkan bisa jadi sangat dho’if.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (9783), Abdurrazaq (7475), Ahmad (9730), Adz Darimi (1714), Imam Bukhari 2/683 menta’liqnya dengan shighoh yang menunjukkan lemah, abu dawud (2396), at Turmudzi (723), Ibnu Majjah (1672), al Baihaqi dalam al Kubra (7854) dari hadits Abdul Muthawwis, dari ayahnya dari abu Hurairah radliyallahu ‘anhu.

Imam Al Munawi berkata dalam Faidhul Qadir (12240), “Dalam hadits ini ada perawi yang bernama Abul Muthawwis Yazid bin Al Muthawwis dan dia sendirian dalam meriwayatkan hadits ini.”

WEBSITEDADA!

WEBSITEDADA! 

Imam At-Tirmidzi berkata dalam Al Ilal, menukil perkataan al Bukhari, “Saya tidak mengetahui perawi hadits ini selain dia, dan saya tidak mengetahui apakah ayahnya mendengar dari abu hurairah atau tidak.”

Al-Qurtuby berkata, “Hadits ini dha’if, tidak bias dijadikan hujjah, bahkan hadits-hadits yang shahih justru menunjukkan kebalikannya.”

Ad Dumairi berkata, “Hadits dha’if, meskipun imam Al Bukhari menta’liqnya dan Abu Dawud tidak berkomentar terhadap hadits ini.” Adapun ulama’ lain yang cenderung juga mendha’ifkan adalam imam Al Baghawi.”

Imam Ibnu Hajar berkata, “Di dalamnya terdapat idhthirap.” Imam Adz Dzahabi berkata dalam al kaba’ir, “Hadits ini tidak tsabit (tetap).”

Berikutnya adalah hadits salman al farisi; hadits ini banyak dibawakan oleh para imam masjid, dibacakan kepada para jama’ahnya menjelang bulan ramadhan, mereka mengambil hadits ini dari kitab-kitab wejangan dan keutamaan.

Hadits tersebut diriwayatkan dari salman al farisi, dia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan wejangan kepada kami pada akhir bulan sya’ban, dalam sebuah khutbahnya beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, telah datang bulan yang mulia, bulan yang penuh berkah, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa-Nya sebagai suatu yang wajib, malam harinya sebagai ibadah tathawu’. Barang siapa bertaqarub kepada allah dengan satu kebaikan maka seolah dia telah melakukan satu kewajiban selainnya. Barangsiapa melakukan satu kewajiban pada bulan tersebut, seolah dia telah melakukan tujuh puluh kebaikan diluar bulan itu. Bulan ramadhan adalah bulan kesabaran yang balasannya adalah jannah, bulan untuk berhati-hati, dan untuk menambah rizki bagi seorang mukmin. Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, dosanya akan diampuni dan akan diselamatkan dari api neraka, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala tersebut.”

Para shahabat berkata, “Tidakkah setiap dari kita dapat memberi makan orang yang sedang berpuasa.”

Lalu rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Allah memberi pahala bagi siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, meski hanya sekedar kurma atau air minum, atau seteguk susu. Kemudian rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “

وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَارِ

Ialah bulan yang awalnya (sepuluh awal) rahmat, pertengahannya adalah maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.

Beliau melanjutkan sabdanya, “barangsiapa membebaskan budaknya maka  Allah akan mengampuni dosanya dan menyelamatkan dari api neraka. Mereka juga akan mendapatkan empat macam balasan; dua diantaranya adalah diridhai rabb kalian dan yang duanya lagi tiada kekayaan bagi kalian selain keduanya. Adapun yang diridha’I oleh Rab kalian adalah syahadat laa ilaha ilallahu dan kalian beristiqfar kepada-Nya. Sedangkan yang kedua lagi adalah kalian meminta jannah kepada Allah dan berlindung dari api neraka. Barangsiapa yang mengenyangkan orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum dari telagaku yang takkan pernah mengenyangkan sampai masuknya ke jannah nanti.”

Hadits ini dha’if, di dalamnya terdapat perawi yang bernama Ali bin Zaid bin Ju’dan. Dia adalah rawi yang dha’if. Bahkan imam Abu Hatim berkata dalam Ilalul hadits. 1/249, hadits ini mungkar. Demikian pula banyak ulama’ yang mendha’ifkan hadits ini.

(Ya’QuB).

BULAN SUCI RAMADHAN ADALAH BULAN UNTUK BERJIHAD!

JIHAD DIDALAM BULAN SUCI RAMADHAN!

JIHAD DIDALAM BULAN SUCI RAMADHAN!

TENTARA ISLAM DI IRAQ!

TENTARA ISLAM DI IRAQ!

Jihad merupakan puncak islam yang paling tinggi dan keutamaannya adalah sangat  agung, sebagaimana disebutkan didalam banyak nash, baik al-kitab maupun assunnah, seperti didalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhari, dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwa rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sesungguhnya di jannah nanti ada seratus derajat yang Allah janjikan bagi para mujahiddin yang berjuang di jalan Allah, antara satu derajat dengan derajat lainnya sejauh langit dan bumi. Maka jika kalian memohon kepada Allah, hendaklah memohon jannah firdaus, karena ia adalah pertengahan surga, Adapun jannah yang paling tinggi –yang aku lihat- diatasnya adalah ‘arsy sang rahman, darinya memancar sungai-sungai di jannah.” (HR. Bukhari).

RAMADHAN ADALAH BULAN UNTUK BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

RAMADHAN ADALAH BULAN UNTUK BERJIHAD DI JALAN ALLAH!

Didalam kehidupan rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para salafusshaleh, ramadhan merupakan bulan untuk berjihad. Dua peperangan agung yang diikuti oleh rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam terjadi pada bulan yang mulia ini. BERJIHAD DI JALAN ALLAH TA'ALA! Ramadhan adalah bulan untuk berjihad, berqurban dan bersungguh-sungguh.

.

JIHAD!

PERANG BADAR KUBRO!

WEBSITEDADA!

WEBSITEDADA!

ISRAEL VS PALESTINA LAKSANA ANJING VS KUCING!

ISRAEL VS PALESTINA LAKSANA ANJING VS KUCING!

Perang badar kubra merupakan pembeda, dengannya Allah Ta’ala membedakan bagi Rasul-Nya juga kaum mukminin, yaitu membedakan antara orang-orang yang hina dan lemah dengan orang-orang yang memiliki kemuliaan dan kemapanan. Perang tersebut menjadi pembeda, pemisah dan pembelokan yang sangat berbahaya dalam perjalanan dakwah Islam.

NUR ALLAH!

NUR ALLAH!

Pada hari tersebut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memanjatkan doa, menengadahkan tangannya kelangit, dengan sepenuh hati beliau berdoa kepada Allah hingga selendang beliau terlepas dari kedua pundak beliau, beliau mengucapkan;

اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ نَصْرُكَ الَّذِيْ وَعَدْتَنِيْ، اَللَّهُمَّ إِنْ تُهْلِكْ هَذِهِ الْعِصَابَةِ لاَ تُعْبَد بَعْدَ الْيَوْمِ فِيْ اْلأَرْضِ

“Ya Allah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku, Ya Allah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau hancurkan umat ini, niscaya Engkau tidak akan disembah lagi di muka bumi ini, untuk selamanya.”

Abu Bakar ash shidiq radliyallahu ‘anhu merasa kasihan kepada rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, dia memungut selendang dan meletakkan kembali ke pundak rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, cukuplah apa yang engkau panjatkan kepada Rabbmu. Sesungguhnya Allah akan memenuhi apa yang telah Dia janjikan kepadamu.”

Maka Allah menolong rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan kemenangan yang besar dalam peperangan yang pasti itu, sebagaimana firman-Nya;

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنْتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Sungguh Allah telah menolong kamu didalam peperangan Badar, Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (Qs Ali ‘Imran: 123).

.

FATHU MAKKAH!

RASULULLAH SAW BERSABDA!

RASULULLAH SAW BERSABDA!

BENDERA ISLAM!

BENDERA ISLAM!

Fathu Makkah termasuk peristiwa yang paling penting dan berharga didalam perjalanan hidup rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam karena Makkah (Mekkah) merupakan markas semenanjung Arab, sebagai tempat untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, juga sebagai pusaran berkumpulnya manusia dari seluruh penjuru dunia.

Para penyembah berhala telah menguasainya selama delapan tahun setelah hijrahnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ke Madinah, hingga kaum musyrikin melarang dan mencegah beliau untuk memasukinya dalam rangka umrah pada hari Hudaibiyah. Ketika beliau memasuki Makkah untuk membebaskan kota tersebut, tunduklah kepadanya seluruh semenanjung Arab. Pada tahun berikutnya, tahun kesembilan dari hijrah nabi, berdatanganlah para delegasi kepada beliau untuk berbai’at dan mengikrarkan diri kepada Islam.

KA'BAH (BAITULLAH) DI KOTA MEKKAH!

KA’BAH (BAITULLAH) DI KOTA MEKKAH!

Benarlah jikalau ada yang mengatakan: “Sesungguhnya Fathu Makkah merupakan awal mula hilangnya keterasingan Islam, Islam menjadi mulia di pertengahan semenanjung Arab dan runtuhlah kekuasaan penyembah berhala!”.

Sejarah islam dipenuhi dengan peperangan agung yang terjadi pada bulan ramadhan, diantaranya adalah seperti perang ‘Ain Jalut, Allah memberikan kemenangan bagi kaum muslimin atas raja-raja Tatar, maka terpecahlah kekuatan mereka dan surutlah keberadaan mereka hingga tidak pernah lagi berkuasa di muka bumi.

PENELITIAN ALAM SEMESTA!

Reference: Durusun Ramadhaniyah, Syaikh Salman bin Fahd Al ‘Audah. 

DI IRAQ!

DI IRAQ!

AKHBAR!

AKHBAR!

Kamis 28 Agustus, 10:57 AM.

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Rektor sebuah universitas dan pejabat lokal di wilayah Utara Baghdad, memberikan bantuan kepada mujahidin Al-Qaeda.  Bantuan yang diberikan diantaranya, mobil dan senjata-senjata.

AJARAN NABI-NABI SETELAH ERA NABI MUSA AS!

Nazar Al-Khafaji, Rektor Universitas Diyala dan Hussein Al-Zubaidi, kepala komite keamanan provinsi, ditangkap dirumahnya minggu lalu karena terdapat kebocoran informasi terkait dengan bantuan-bantuan yang diberikan oleh mereka untuk Al-Qaeda.  Militer Irak juga membawa serta 3 komputer milik mereka.

WEBSITEDADA!

WEBSITEDADA! 

Atasan Hussein Al-Zubaidi, Ibrahim Bajilan mengatakan anggota-anggotanya tidak akan kembali bekerja sampai Hussein dibebaskan dari tuduhannya.

Diyala adalah salah satu wilayah yang menjadi basis pertahanan mujahidin Al-Qaida di Iraq.

Militer AS mengklaim telah membunuh dua orang yang dicurigai sebagai anggota kelompok Al-Qaeda Rabu lalu.  Mereka dibunuh hanya karena alasan kedapatan membawa bahan peledak.

Sehari sebelumnya sebuah bom syahid menewaskan 25 calon polisi boneka Irak di kota Jalula. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

TIGA TENTARA TEWAS DIDALAM SERANGAN TERPISAH DI IRAQ!

ALAM SEMESTA MILIK ALLAH TA'ALA!

ALAM SEMESTA MILIK ALLAH TA’ALA!

YESUS KRISTUS MENCINTAI ALLAH TA'ALA!

YESUS KRISTUS MENCINTAI ALLAH TA’ALA!

Jum’at 29 Agustus, 06: 17. AM.

BAGHDAD Sedikitnya 3 orang telah tewas dalam serangan-serangan terpisah di Irak Kamis lalu (28/8).  Diantaranya, dua polisi boneka dan seorang tentara kafir AS.

GAMBAR YANG BERGERAK!

Dua polisi boneka Irak tewas tertembak setelah melakukan pertempuran melawan mujahidin Irak di pusat Provinsi Diyala.
Diyala menjadi wilayah yang amat menakutkan bagi militer Iraq juga milliter asing.  Lusinan kematian telah terjadi di sana akibat perlawanan yang dilakukan mujahidin Irak sejak invasi yang dilakukan AS terhadap negeri muslim Iraq.

AMROZI SANG MUJAHID!

AMROZI SANG MUJAHID!

Didalam peristiwa terpisah, seorang tentara kafir AS tewas setelah sebelumnya mengalami luka-luka.  Tentara kafir AS melakukan pertempuran dengan mujahidin Iraq di Utara Baghdad.

Jumlah kematian tentara kafir AS mencapai angka 4.149 –menurut media AS– sejak invasinya tahun 2003 silam. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

DUA PULUH LIMA CALON POLISI IRAQ TEWAS OLEH BOM SYAHID!

DI BAGHDAD!

DI BAGHDAD!

AMROZI MENELEPON!

AMROZI MENELEPON!

Rabu 27 Agustus, 07:10 AM.

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Seorang Mujahidin melakukan aksi syahid dengan menggunakan bom yang disembunyikan di dalam jubahnya pada Selasa (26/8), aksi syahid tersebut dilakukan di tengah-tengah kerumunan orang-orang Irak yang akan mendaftarkan diri menjadi polisi Iraq. Sedikitnya 25 dari mereka tewas dalam aksi tersebut.

Serangan yang terjadi di dalam kota Jalula sekitar 80 mil dari Timur Laut Baghdad di Provinsi Diyala, dimana tentara Kafir AS dan tentara boneka Irak sedang menyerang pertahanan mujahidin di dekat pusat ibukota.  Militer AS mengatakan lima polisi Irak tewas diantaranya.

TRIO MUJAHIDIN INDONESIA!

TRIO MUJAHIDIN INDONESIA!

Kepala Polisi Lokal, Kolonel Ahmad Mahmoud Khalifah mengatakan dia diminta dengan segera mengirimkan polisi-polisi baru untuk ditempatkan di wilayah-wilayah darurat.  Para calon polisi diminta datang hari selasa untuk diperiksa apakah mereka diterima atau tidak.  Menurutnya serangan tersebut diperkirakan dilakukan oleh kelompok Al-Qaeda dan kelompok Sunni yang beroperasi di wilayah Diyala.

KAFIR!

Para mujahidin beberapa kali menyerang pos polisi dan berusaha menggagalkan usaha-usaha AS untuk membentuk tentara-tentara lokal. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

MILITER AMERIKA SERIKAT AND PAKISTAN MEMBAHAS STRATEGI UNTUK MENGHADAPI TALIBAN!

PAKISTAN!

PAKISTAN!

MUJAHIDIN PAKISTAN!

MUJAHIDIN PAKISTAN!

Jum’at, 29 Agu 08 18:53 WIB

Pejabat tinggi AS dan militer Pakistan melakukan pertemuan di kapal induk AS di kawasan Samudra Hindia, untuk membahas strategi guna menghadapi perlawanan kelompok Taliban yang makin intensif di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Pihak AS dipimpin oleh Kepala Staff Gabungan Laksamana Michael Mullen, sedangkan pihak militer Pakistan dipimpin oleh Kepala Angkatan Bersenjatanya, Jenderal Ashfaq Kayani. Ini adalah pertemuan kelima antara Mullen dan Kayani, di tengah kekhawatiran AS atas meningkatnya perlawanan-perlawanan dari kelompok Taliban di Afghanistan. Persoalan yang juga dihadapi Pakistan saat ini, di perbatasannya dengan Afghanistan.

KUBURAN ORANG KAFIR!

Didalam keterangan persnya di Pentagon, Mullen menyatakan mendukung operasi-operasi militer Pakistan di kawasan pedalaman untuk menumpas kelompok-kelompok yang oleh AS disebut kelompok militan. Menurutnya, AS dan Pakistan perlu meningkatkan operasinya untuk menciptakan keamanan di wilayah itu.

TALIBAN!

TALIBAN!

“Saya senang Kayani sedang bergerak ke arah itu dan kami harus membuat perkiraan untuk menyelesaikan problem keamanan ini. Pertemuan kami sangat mendukung untuk memfokuskan apa yang harus kami lakukan, ” kata Mullen.

Pasukan NATO pimpinan AS di Afghanistan yang jumlahnya mencapai 70.000 orang mulai kewalahan menghadapi perlawanan-perlawanan keras kelompok Taliban dan al-Qaidah. Belum lama ini, kelompok Taliban berhasil menyerbu basis militer AS di sebelah tenggara Aghanistan. Dalam pertempuran lainnya dengan Taliban, pasukan AS sempat salah tembak yang menyebabkan sepuluh tentara elit Prancis tewas. (ln/ptv).

.

BOM SYAHID MENEWASKAN DUA TENTARA RUSIA DI CECHNYA!

TENTARA KAFIR RUSIA TEWAS DIBUNUH OLEH BOM SYAHID DI CECHNYA!

TENTARA KAFIR RUSIA TEWAS DIBUNUH OLEH BOM SYAHID DI CECHNYA!

MUJAHID!

MUJAHID!

Ahad 31 Agustus, 07:05 AM

CHECHNYA (Arrahmah.com) – Bom syahid sedikitnya membunuh dua tentara kafir Rusia di Cechnya, yang dilakukan saat menyerang basis batalyon departemen pertahanan.
Seorang tentara kafir tewas dan 11 lainnya luka-luka saat bom syahid meledak di dalam basis pertahanan di Vedeno, Selatan kota Grozny.

Tentara lainnya tewas oleh serangan bom kontrol di desa Serzhen-Yurt, wilayah yang terletak antara Vedeno dan Grozny.

BENDERA ACEH!

BENDERA ACEH!

Ini adalah serangan fatal kedua kepada tentara kafir Rusia pada minggu ini di Cechnya.  Minggu kemarin (24/8) dua pejabat Rusia meninggal setelah tembakan dan bom menyerang konvoi mereka.

ACHA SEPTRIASA AND NIRINA ZUBIR!

Pejabat-pejabat keamanan Rusia telah memperkirakan serangan-serangan dari para mujahidin Cechnya akan meningkat setelah penyerbuan tentara Rusia ke Georgia untuk menghalangi usaha pejuang Tbilisi merebut provinsi Ossetia Selatan. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

MUJAHIDIN DARFUR MENEMBAK JATUH PESAWAT MILITER SUDAN!

KELOMPOK MUJAHIDIN SUDAN!

KELOMPOK MUJAHIDIN SUDAN!

BAHASAN INI DIRANGKAI OLEH DADA CHANDRA RAMADHAN SESUAI DENGAN APA YANG ADA DI DALAM SITUS YANG BERSANGKUTAN BESERTA GAMBAR-GAMBARNYA DAN ARTIKEL-ARTIKELNYA!

BAHASAN INI DIRANGKAI OLEH DADA CHANDRA RAMADHAN SESUAI DENGAN APA YANG ADA DI DALAM SITUS YANG BERSANGKUTAN BESERTA GAMBAR-GAMBARNYA DAN ARTIKEL-ARTIKELNYA!

Jum’at 29 Agustus, 06:08 AM

KELINCI PUTIH!

KHARTOUM (Arrahmah.com) – Mujahidin Darfur berhasil menembak jatuh sebuah pesawat militer Sudan yang berisi seorang mata-mata di wilayah pegunungan pada Kamis (28/8) kemarin.

Juru bicara mujahidin Darfur seperti yang dilansir AFP mengatakan pasukan mujahidin menembak jatuh sebuah pesawat militer milik Sudan di wilayah Timur Jebel Marra atau Barat Darfur.

PARA MUJAHIDIN!

PARA MUJAHIDIN!

“Para mujahidin telah memperingatkan pemerintah Sudan untuk tidak melawan pasukannya dan menaruh mata-mata di sekitar basis pertahanan kami,” ujar Mahgoub Hussein.

Klaim militer Sudan mengatakan salah seorang militer mereka memang melakukan pendaratan mendadak di wilayah tersebut, tetapi bukan karena ditembak jatuh oleh militant.

“Sejauh ini kami belum dapat menemukan dimana pesawat tersebut mendarat, kami masih terus mencari,”  juru bicara militer Sudan menjelaskan.

Kelompok mujahidin Sudan telah banyak mematahkan serangan-serangan militer Sudan dengan pemimpin perang yang berbeda-beda sejak lima tahun silam di Darfur. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

PASUKAN KAFIR PHILIPINA MENDUDUKI SALAH SATU KAMP MILF!

ORANG KAFIR PHILIPINA!

ORANG KAFIR PHILIPINA!

JIHAD SESUAI TUNTUNAN ALQUR'AN DAN ASSUNNAH!

JIHAD SESUAI TUNTUNAN ALQUR’AN DAN ASSUNNAH!

Jum’at 29 Agustus, 11:34 AM

MINDANAO (Arrahmah.com) – Pasukan kafir Philipina telah menduduki satu benteng mujahidin MILF di Selatan Philipina kemarin (28/8) setelah beberapa minggu terakhir kedua kubu melakukan pertempuran.
Pasukan kafir Philipina menduduki kamp Bilal setelah melakukan pertarungan sengit melawan mujahidin Moro (MILF) di bawah pimpinan Komandan Bravo.  100 hektar kamp pelatihan di pulau Mindanao dimana Komandan Bravo merencanakan serangan-serangan mematikan melawan tentara kafir Philipina, telah diduduki tentara Philipina.

HARIMAU!

Seluruh perlengkapan perang yang tersisa di sana diangkut tentara kafir termasuk barang-barang pribadi milik para mujahidin.

Tidak ada satu pun mujahidin yang tertangkap, termasuk Komandan Bravo.  Hingga kini keberadaan Bravo masih misterius dan membuat pasukan kafir Philipina semakin gerah.  Pemimpin militer Philipina, Alexander Yano mengatakan akan terus memburu Komandan Bravo dan pemimpin MILF lainnya, Umbra Kato hingga mereka berdua tertangkap hidup atau mati.

BERSUJUD!

BERSUJUD!

Sekretaris Pertahanan Philipina, Gilbert Teodoro mengatakan, “kami telah mendatangi kediaman Bravo, tapi tidak ada apa-apa di sana.  Kami akan melanjutkan pencarian sampai kami menangkap Bravo dan Kato.”

Sementara itu, mujahidin MILF terus melakukan serangan-serangan tanpa henti.  Terakhir, mereka menyerang wilayah Selatan Philipina.

Mujahidin MILF melakukan serangan karena tentara kafir Philipina tidak juga menghentikan serangannya untuk memburu mereka.  Padahal pemerintah Philipina telah berjanji melakukan gencatan senjata selama proses monitoring oleh International Monitoring Team (IMT) yang akan berakhir pada 8 September. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

.

KETUA MPR: EKSEKUSI MATI PADA BULAN RAMADHAN, TIDAK MASALAH!

MUJAHIDIN INDONESIA!

MUJAHIDIN INDONESIA!

AMROZI; AND IMAM SAMUDERA; AND ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS)!

AMROZI; AND IMAM SAMUDERA; AND ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS)!

Kamis, ACHA NIRINA! 28 Agustus 2008 – 12:23 wib

JAKARTA – Pelaksanaan eksekusi hukuman mati di bulan Ramadan tidak menjadi halangan. Karena dalam hukum Islam tidak ada larangan seperti itu.

“Tidak ada halangan eksekusi pada bulan puasa. Karena bulan puasa bulan jihad. Bulan berjuang dalam menegakkan hukum,” kata Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid mengomentari soal eksekusi bagi Amrozi cs pada bulan Ramadan, di Gedung MPR, Jalan Gatot Subroto, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

TIGA SERANGKAI MUJAHIDIN YANG MATI SYAHID!

TIGA SERANGKAI MUJAHIDIN YANG MATI SYAHID!

Siapapun yang melanggar hukum pada bulan apapun, lanjut Hidayat, bisa dikenakan sanksi hukum pada saat itu. “Kecuali di Mekkah, Madinah, ada ketentuan-ketentuannya,” tuturnya.

Menurut Hidayat Nur Wahid, bulan puasa bukanlah penghalang untuk penegakan hukum, tetapi justru realisasi pada ketaatan hukum. Hal itu bukan melanggar hak azasi manusia, tapi juga penegak hukum perlu mempertimbangkan harapan publik terkait penegakan hukum di Indonesia.

Terkait banyaknya pro dan kontra dalam waktu pelaksanaan eksekusi bagi Amrozi cs, menurut Hidayat, hal itu hanya berlaku di Indonesia saja.

“Saya tidak bisa mengatakan pelaksanan eksekusi cepat atau lambat, tapi ketentuan hukum yang berlaku,” jawabnya.

Hidayat justru menuntut eksekusi dilakukan pada mereka yang melakukan korupsi dalam jumlah besar, dan kepada mereka-mereka yang menggunakan narkoba.

“Mereka yang mengakibatkan hancurnya sistem tatanan kehidupan ini,” katanya. (hri). 

.

USTADZ MUKHLAS (USTADZ ALI GHUFRON) MENYIMPAN SURAT WASIAT, EKSEKUSI BELUM JELAS TERJADI! 

USTADZ ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS) SANG MUJAHIDIN INDONESIA!
USTADZ ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS) SANG MUJAHIDIN INDONESIA!
IMAM SAMUDERA SANG MUJAHIDIN!

IMAM SAMUDERA SANG MUJAHIDIN!

Agustus 24, 2008. 

Cilacap – Ustadz Mukhlas alias Ustadz Ali Gufron, salah seorang Mujahid Bali I yang ditawan di LP Batu Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih menyimpan surat wasiat yang akan dikeluarkan setelah pelaksanaan eksekusi hukuman mati.

ACHA SEPTRIASA AND NIRINA ZUBIR!

Salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cilacap, Hasan Makarim yang menjadi imam dan khatib shalat Jumat di Masjid At-Taubah LP Batu Nusakambangan, mengungkapkan, dia (Mukhlas) mengatakan padanya bahwa masih menyimpan surat tersebut.
“Saya masih menyimpan surat berbahasa Inggris dan Arab, tetapi akan saya keluarkan setelah eksekusi,” kata Hasan Makarim mengutip Mukhlas, usai sholat Jum’at.

Ustadz Mukhlas merupakan salah satu orang indonesia yang beruntung mendapat kesempatan bertemu dengan “Pedang Islam” Syaikh Usamah bin Ladin hafidzahullah (Osama Bin Laden) di masa perang Jihad melawan Soviet. Setelah Soviet hancur beliau tidak jalan mundur tetapi beliau terus maju dan mengejar musuh selanjutnya yaitu pasukan Salib pimpinan Amerika Serikat. Beliau kobarkan semangat kaum mukminin untuk berjihad dan beliau benarkan ucapannya dengan amalnya. Ledakan di Bali 1 yang bisa disebut sebagai “Badar Indonesia” berhasil mengirim 88 kafir Australia ke neraka.

AMROZI SANG MUJAHIDIN!

AMROZI SANG MUJAHIDIN!

Saat ini Ustadz Mukhlas berada di tempat khalwat nya dengan Rabbnya menunggu eksekusi mati dari pemerintahan budak Amerika. Eksekusi terhadap beliau rupanya akan mendatangkan bahaya yang besar bagi pemerintahan ini. Hal ini disebabkan banyak hal, diantaranya:

1. Kebencian rakyat terhadap pemerintahan zhalim ini menuju puncaknya apalagi setelah dinaikkannya harga BBM dan hilangnya minyak tanah dari pasaran.

2. Ustadz Mukhlas yang oleh para netter Mujahidin di berbagai forum dijuluki “Abu Usama” ini telah berhasil (dengan izin Allah) mengirim pesan vidio kepada pemimpin-pemimpin jihad dunia seperti Syaikh Usama dan Abu Umar Al-Baghdadi.

3. Kekhawatiran pemerintah Jakarta akan adanya serangan dari mujahidin Al-Qaeda jika eksekusi jadi dilaksanakan.

4. Kekhawatiran pemerintah atas terjadinya balasan dari para Mujahidin di Indonesia yang menunggu-nunggu momentum sebagaimana momentum Masjid Lal Pakistan.

Dan rupanya masih banyak sebab yang bisa anda perkirakan sendiri yang jelas akankah eksekusi tersebut bakal dijalankan? Dan apakah pemerintah sekuler Indonesia siap menanggung resiko dihajar Mujahidin sebagaimana Musharaf telah mendapatkannya? (info jihad).

.

DUBES AUSTRALIA: EKSEKUSI AMROZI CS, LEBIH BAIK CEPAT AMBIL KEPUTUSAN! 

LAFADZ 'ALLAH' PADA AWAN DI ATAS RUMAH AMROZI DAN ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS) KETIKA MEREKA DIEKSEKUSI!

LAFADZ ‘ALLAH’ PADA AWAN DI ATAS RUMAH AMROZI DAN ALI GHUFRON (USTADZ MUKHLAS) KETIKA MEREKA DIEKSEKUSI!

JENAZAH AMROZI; IMAM SAMUDERA; DAN ALI GHUFRON YANG TERLIHAT TENANG DI WAJAH MEREKA!

JENAZAH AMROZI; IMAM SAMUDERA; DAN ALI GHUFRON YANG TERLIHAT TENANG DI WAJAH MEREKA!

Rabu, 27 Agustus 2008 – 10:53 wib.

DENPASAR - Australia adalah salah satu negara yang mempunyai perhatian besar terhadap persoalan bom Bali I dan II, karena didalam peristiwa pemboman itu banyak warga Australia menjadi korban.

Ditanya soal eksekusi mati terhadap para tersangka bom Bali I, Amrozi Cs, Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer mengatakan pihaknya menyerahkan pelaksanaan hukuman itu kepada pemerintah Indonesia. Namun, dia juga mengingatkan agar pemerintah segera melakukan eksekusi mati.

IMAM SAMUDERA!

IMAM SAMUDERA!

“Itu urusan pemerintah Indonesia kami percaya Indonesia akan segera mengambil keputusan. Lebih baik cepat membuat keputusan,” kata Bill kepada wartawan di Sekar Tunjung Center, di Jalan Sekar Tunjung, Denpasar Bali, Rabu (27/8/2008).

KUCING AND ITIK!

Bill berada di Bali khusus untuk mengucapkan selamat kepada Made Mangku Pastika yang telah terpilih sebagai gubernur Bali didalam Pilkada lalu. Rencananya Mangku Pastika yang pernah mengepalai tim investigasi kasus bom Bali I dan II ini akan dilantik Kamis 28 Agustus 2008.

Senada dengan Bill, Mangku Pastika yang ditanyai soal eksekusi mati Amrozi Cs mengatakan jika pemerintah telah menyelesaikan proses hukum terhadap Amrozi Cs, maka eksekusi bisa segera dilakukan. Namun andai proses hukumnya belum selesai sebaiknya eksekusi ditunda.

“Kita tidak boleh mendahului, apalagi itu sudah bukan urusan saya lagi. Saya yakin pemerintah pasti punya pertimbangan. Kalau pemerintah memang menganggap proses hukumnya sudah selesai, ya silahkan dieksekusi. Kalau kita suruh eksekusi cepat-cepat tapi prosesnya belum selesai ya enggak bisa juga,” katanya. (Miftachul Chusna/Sindo/fit). 

.

MUNGKINKAH SHABAAB AL-MUJAHIDIN BERSATU DENGAN AL-QAIDA?…

SHABAAB AL-MUJAHIDIN!

SHABAAB AL-MUJAHIDIN!

USTADZ ABU BAKAR BA'ASYIR BERSAMA USTADZ MUKHLAS (USTADZ ALI GHUFRON)!

USTADZ ABU BAKAR BA’ASYIR BERSAMA USTADZ MUKHLAS (USTADZ ALI GHUFRON)!

Selasa 26 Agustus, 07:07 AM.

Terdapat kemungkinan bagi kelompok jihad paling tangguh di Somalia, Shabaab Al-Mujahidin, berhubungan dengan Al-Qaida.  Dari artikel-artikel, wawancara dan video yang lalu, terlihat jelas bahwa mujahidin dari Shabaab Al-Mujahidin telah sangat dekat dengan Al-Qaida, dan Al-Qaida memiliki pengaruh yang kuat pada pergerakan mereka.

Di bawah ini adalah kutipan dari artikel LA Times (25/8) dengan editing dalam beberapa pemilihan kata :

“Kami sedang bernegosiasi, bagaimana kami dapat bersatu dalam satu kesatuan,” ujar Muktar Robow, Komandan Militer Shabaab.  “Kami akan mengambil perintah Syekh Usamah bin Laden, karena kami adalah anak didiknya.”

“Al-Qaida adalah ibu dari jihad di Somalia,” katanya.  “Banyak dari pemimpin kami yang dilatih di kamp-kamp Al-Qaida.  Kami mendapatkan banyak petunjuk dan taktik dari mereka.  Banyak waktu yang sudah dilewatkan bersama Syekh Usamah bin Laden.”

ITIK CANTIK!

Robow mengatakan Shabaab mendapat dorongan di bulan-bulan terakhir dengan masuknya para mujahidin yang berasal dari Kenya, Sudan, Irak, Afghanistan, Algeria, Indonesia, Chechnya, bahkan Amerika Serikat.

Robow menolak berkomentar mengenai berapa banyak jumlah pasukannya saat ini.  Tapi menurut perkiraan, pasukannya berjumlah sekitar 1000-3000 pejuang.

“Satu waktu kami akan mengakhiri jihad di Somalia, kami akan berjihad melawan pemerintah yang mengambil bagian dalam memberantas Somalia atau memberi bantuan untuk menyerang kami.” Lanjut Robow.

BERJIHAD DI JALAN ALLAH SWT!

BERJIHAD DI JALAN ALLAH SWT!

Ada kecurigaan dari beberapa agenda Islam di Somalia, telah dibantu oleh AS.  Usaha-usaha perang melawan terorisme dua tahun terakhir, termasuk beberapa serangan udara terhadap target-target mujahidin, lebih sering membunuh warganegara.

Tetapi Robow berkata, yang ditujukan untuk AS, usaha-usaha memerangi terorisme yang dilakukan AS hanya akan memperkuat kelompoknya.  “Saya katakan kepada anda (AS), semakin banyak orang Amerika yang bergerak melawan kami, maka kami akan semakin terkenal.”

Selama anda mencoba melawan kami dan mengeluarkan ide-ide kreatif dalam propaganda kalian, anda hanya akan membantu kami dan memperkuat kelompok-kelompok kami. (Aul/Arrahmah.com).

.

JIHAD ISLAM MENGANCAM ISRAEL DENGAN “API-API DARI NERAKA”!

IMAM MALIK BERKATA!

IMAM MALIK BERKATA!

TENTARA ALLAH!

TENTARA ALLAH!

Ahad 31 Agustus, 06:54 AM.

KHAN YUNES, Gaza (Arrahmah.com) – Mujahidin Palestina yang tergabung dalam kelompok Jihad Islam Sabtu lalu mengancam  akan melepaskan “api-api dari neraka” kepada Israel.

“Kami akan melepaskan api-api dari neraka jika musuh pendukung Zionisme melanjutkan kejahatan-kejahatannya,” ujar pemimpin militer, Abu Hamzah setelah melatih kurang lebih 800 mujahidin untuk menyerang Israel.

“Kami siap menghadapi putaran berikutnya,” ia menambahkan.  “Pasukan Zionis ingin mengambil keamanan dan kedamaian di daratan kami.”  Lanjut Abu Hamzah.

SINGA SEDANG BERPELUKAN!

Abu Hamzah mengatakan kelompoknya memiliki ratusan roket yang siap diluncurkan untuk Israel.

BENDERA ISLAM!

BENDERA ISLAM!

Khader Habib, pemimpin politik kelompok tersebut mengatakan, Jihad Islam tidak akan beristirahat sampai kami membebaskan seluruh wilayah Palestina dari cengkraman Zionis Israel.

Para mujahidin telah lebih dulu melakukan latihan-latihan menggunakan roket.  Dan kini mereka telah siap menyerang Israel.  (Hanin Mazaya/Arrahmah.com).

Imam Ahmad (Rahimahumullah) berkata: “Wajib atas umat manusia untuk menebus orang-orang yang tertawan dari kalangan mereka meskipun harus menghabiskan harta mereka untuk keperluan itu. Demikianlah itu menurut ijma’ (kesepakatan para ulama’)!”.

.

BANGKITNYA FATAH AL-ISLAM DI LIBANON SEBAGAI PEMBUKA JALAN UNTUK MENOLONG PALESTINA!

LIBANON!

LIBANON!

TENTARA LIBANON!

TENTARA LIBANON!

Agustus 30, 2008. 

By Omar Al-Obaidah | Jihad Unspun

MASJID!

Pengepungan berdarah di Nahr Al-Barid, sebuah kamp pengungsi Palestina di Libanon yang terjadi sepanjang bulan Mei 2007 mempersaksikan bangkitnya Fatah Al-Islam, sebuah kekuatan perlawanan bersenjata yang sangat disegani.

Fatah Al-Islam didirikan pada bulan Juli 2006 setelah pecahnya pertempuran antar organisasi perlawanan di Iraq. Kebangkitan Fatah Al-Islam membawa satu misi khusus – pembebasan Palestina di bawah naungan Al Qaidah. Hanya dua bulan sebelum terbunuh syahidnya (insya Allah) Amir Istisyadiyyin, Abu Mus’ab Az-Zarqawi oleh tentara Amerika di Iraq pada bulan Juni 2006, Abu Mus’ab Az-Zarqawi merilis sebuah pernyataan tentang Palestina yang mengindikasikan bahwa Al-Qaidah telah tiba di bumi Al-Quds.

Sebuah media intelijen barat (JUS) menganalisa dan menyimpulkan bahwa Abu Mus’ab Az Zarqawi telah mengutus beberapa komandan seniornya ke Tanah Palestina. Yang mungkin tidak kita ketahui adalah, adanya hubungan darah dan kekeluargaan antara Amir Istisyadiyyin, Abu Mus’ab Az Zarqawi, dengan Amir Fatah Al-Islam, Syakir Al Absi. Abu Mus’ab Az Zarqawi adalah paman Syakir Al-Absi.

Fatah Al-Islam dibentuk dalam empat sel/battalion terpisah di Libanon, termasuk satu sel yang bergerak di dalam Nahr Al Barid. Terdapat tempat pelatihan mujahidin di dalam kamp dan para pejuang yang telah siap diselundupkan diam-diam memasuki Palestina. Diperkirakan Fatah Al-Islam telah menanamkan setidaknya 500 pejuang ke wilayah Gaza sebelum pecah penyerangan yang berujung pengepungan Nahr Al Barid.

Pengepungan Nahr Al Barid ditujukan sebagai upaya untuk menghentikan migrasi mujahidin ini ke Palestina. Abbas Zaki dan Ali Faisal, dua anggota PLO, dipercaya sebagai operator yang dibiayai sumber-sumber asing untuk memicu krisis dan menjustifikasi penyerangan berdarah Nahr Al Barid.

Ketika insiden tersebut pecah, ada sekitar 645 pejuang bertahan di dalam kamp Nahr Al Barid. Ketika insiden tersebut berakhir beberapa pekan setelahnya, diperkirakan 228 pejuang terbunuh syahid (insya Allah) dan sisanya berhasil menyelamatkan diri. Batalion Usbat Al Anshar dan Jund As Syam adalah pihak yang sangat berperan dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada Fatah Al-Islam selama masa pengepungan yang berakhir pada 2 September 2007 tersebut, dan juga sangat berperan dalam upaya menyelamatkan para pejuang yang tersisa.

Kontras dengan berbagai laporan berita barat, ini bukanlah akhir dari Fatah Al-Islam. Kuat diduga saat ini terdapat tidak kurang dari 7800 mujahidin Fatah Al-Islam yang eksis, tersebar di berbagai sel-sel klandestin di Libanon. Beberapa pekan yang lalu, sebuah pernyataan kontroversial dirilis atas nama Fatah Al-Islam. Pernyataan itu diklaim dikeluarkan oleh Amir Fatah Al-Islam, Syakir Al Absi. Banyak orang percaya bahwa Syakir Al Absi ikut terbunuh syahid dalam peristiwa pengepungan Nahr Al Barid, tetapi uji tes DNA terhadap ‘jasadnya’ tidak dapat meyakinkan dengan pasti. Nama asli Syakir Al Absi adalah Syafiq Al Maqdisi. Beliau adalah ipar dari Abu Laits, yang dikenal sebagai salah seorang operator penting Al-Qaidah yang terbunuh syahid oleh Amerika di tahun 2004.

PALESTINA!

PALESTINA!

Terlepas dari seluruh kontroversi tentang keberadaan sosok Syakir Al Absi saat ini, adalah satu kenyataan yang jelas bahwa pasca pengepungan Nahr Al Barid, Fatah Al-Islam tetap eksis, bertahan, bahkan kini sesungguhnya bangkit dengan kekuatan baru. Kuat diduga beberapa kamp pelatihan Mujahidin telah tersebar sepanjang wilayah yang dekat dengan perbatasan Syria. Baik Dokter Aiman Az Zawahiri dan Sheikh Usamah bin Ladin, keduanya baru-baru ini mengeluarkan pernyataan dengan fokus pembicaraan tentang Palestina, menandakan bahwa berbagai operasi di Palestina adalah agenda mereka. Dan terkait dengan ‘persiapan’ untuk melancarkan ‘amaliyat’ di Palestina, tampaknya Libanon dipilih sebagai tempat transit dan berhimpunnya para mujahidin. Di sana mereka berbaur dan menjadi ‘sel diam’, bersiaga menunggu perintah dan mandat untuk bergerak membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah.

(JUS).

Dari Al-Firdaws English Forum diterjemahkan Ansar Mujahidin.

GARIS LURUS!

GARIS LURUS!

.

DELAPAN TIPS MENYAMBUT DATANGNYA BULAN SUCI RAMADHAN!

DELAPAN TIPS UNTUK MENYAMBUT RAMADHAN!

DELAPAN TIPS UNTUK MENYAMBUT RAMADHAN!

RAMADHAN!

RAMADHAN!

Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdoa selama enam bulan sebelum kedatangannya agar mereka dipanjangkan umurnya sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdoa selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah Swt. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Bagaimana menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan “8 Tips Sambut Ramadhan”.

1] Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, sholat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, “Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan. Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

2] Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam An Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah swt. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.

3] Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu jannah (pintu-pintu syurga) dan menutup pintu-pintu neraka!”. (Hadits Riwayat Ahmad).

PEJIHAD TANGGUH!

PEJIHAD TANGGUH!

4] Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfa’at sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
5] Kuatkan azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa yang jujur kepada Allah swt, maka Allah swt. akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka!”. (Qs Muhamad: 21).

6] Pahamilah fiqih UANG SERIBU! Ramadhan. Setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadhan datang agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah swt. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jikalau kamu tidak mengetahuinya!”.(Qs Al-Anbiya’: ayaat 7).

7] Kondisikan qalbu (kalbu) dan ruh kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun nafs (pemberishan nafs / pembersihan jiwa). Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental dan nafs kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta’ala di bulan Ramadhan.

8] Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru kepada Allah, dengan taubat yang sebenarnya taubatan nashuha. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung!”. (Qs An-Nur: 31). Lembaran baru kepada Muhammad saw., dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Kepada orangtua, istri dan anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, “Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain!”.

.

Semoga Allah swt. memanjangkan umur kita sehingga berjumpa dengan Ramadhan. Dan selamat meraih kebaikan-kebaikannya. Amin ya Rabbana. Allahu a’lam!

Sumber!:

BLOG AGISIYAN!.

KEINDAHAN BULAN SUCI RAMADHAN!

KEINDAHAN BULAN SUCI RAMADHAN!

Allah Ta’ala berfirman: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa yang sakit atau didalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain (selain bulan Ramadhan). VILLA MALABAR PANGALENGAN! Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur!”. (Qs Al-Baqarah: 185). 

.


Bismillahirahmani rahiim!, Alhhamdulillahi rabbil 'alamin, Ar rahmani rahiim, Maliki yawmidiin, Iyyakana'budu wa iyyakanasta'in, Ihdinas sirathal mustaqim, Shirathaladziina an'amta 'alayhim ghayril maghdubi 'alayhim waladholin!, Amin!, Dengan nama Allah, silahkan tinggalkan komentar Anda disini dengan mengharap barokah Allah Ta'ala!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s